Berita

Siswa SMP di Bandung Tewas Dibunuh Teman Dekat, Jasad Ditemukan di Lahan Kosong

Advertisement

BANDUNG BARAT – Jasad seorang siswa SMP berinisial ZAAQ (14) ditemukan tergeletak di lahan eks Kampung Gajah, Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat. Remaja yang masih duduk di bangku SMPN 26 Bandung ini ternyata menjadi korban pembunuhan yang dilakukan oleh teman dekatnya sendiri, YA (16), seorang pelajar SMK di Kabupaten Garut, dan rekannya AP (17). ZAAQ dilaporkan hilang sejak Senin (9/2/2026) dan jasadnya baru ditemukan pada Jumat (13/2) malam.

Kronologi Hilang dan Penemuan Jasad

Kepala SMPN 26 Bandung, Titin Supriatin, mengonfirmasi bahwa ZAAQ tidak masuk sekolah pada Selasa (10/2). “Hari Selasa itu, bibinya baru ngabarin izin tidak bisa masuk karena belum pulang,” ujar Titin, dilansir detikJabar, Minggu (15/2). ZAAQ terakhir terlihat masuk sekolah pada Senin (9/2) dan mengikuti kegiatan belajar mengajar hingga selesai. Ia kemudian pulang bersama teman-temannya.

Pihak sekolah baru mengetahui hilangnya ZAAQ pada Selasa malam. “Sampai muncul pemberitaan, sampai di-post di grup gitu ya,” kata Titin.

Motif Dendam Pribadi

Menurut Kapolres Cimahi AKBP Niko N Adi Putra, motif di balik pembunuhan sadis ini adalah sakit hati. Tersangka YA merasa sakit hati karena korban ZAAQ memutuskan hubungan pertemanan mereka. YA berencana menemui korban sejak Sabtu (7/2), namun baru bisa terlaksana pada Senin (9/2) karena AP, rekannya, masih memiliki pekerjaan lain.

YA dan AP bertolak dari Garut pada Senin pagi. Mereka menemui ZAAQ di sekitar sekolahnya. Sekitar pukul 15.30 WIB, keduanya melanjutkan pembicaraan di area eks objek wisata Kampung Gajah, sementara AP menunggu di bagian luar.

Advertisement

Perencanaan Pembunuhan

Tersangka YA diketahui telah membawa pisau yang diselipkan di jaketnya. Di lokasi yang lebih dalam di area terbengkalai tersebut, obrolan antara YA dan ZAAQ memanas hingga berujung cekcok. YA kemudian menghantamkan botol yang ada di lokasi ke kepala ZAAQ, menyebabkan luka sobek akibat benda tumpul. Meskipun korban terjatuh namun masih sadar, YA menghunjamkan pisau sebanyak delapan kali ke perut ZAAQ sebelum meninggalkannya dalam keadaan masih hidup.

Setelah kejadian tersebut, kedua tersangka membawa ponsel dan jaket korban yang ternyata merupakan pemberian YA, lalu kembali ke Garut. Kecurigaan keluarga korban mulai muncul ketika ZAAQ tak kunjung pulang.

Niko menambahkan bahwa hubungan YA dan ZAAQ layaknya kakak adik dan sudah diketahui oleh keluarga korban. ZAAQ sendiri sebelumnya bersekolah di Garut sebelum pindah ke Bandung.

Advertisement