Berita

Sindikat Scam Internasional di Sleman Terbongkar, 200 Karyawan Diduga Terlibat

Advertisement

Yogyakarta – Polresta Yogyakarta berhasil mengungkap sindikat scamming internasional yang beroperasi di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam penggerebekan yang dilakukan pada Senin (5/1/2026), sebanyak 64 orang diamankan, sementara enam orang lainnya ditetapkan sebagai tersangka.

Modus Rekrutmen Tak Lazim

Pengungkapan kasus ini berawal dari temuan patroli siber yang mendeteksi adanya iklan lowongan kerja dengan persyaratan yang tidak biasa. Iklan tersebut hanya mensyaratkan kemampuan berbahasa Inggris bagi calon karyawan, tanpa keterangan detail mengenai tugas pokok dan fungsi (jobdesk).

Kasat Reskrim Polresta Jogja, Kompol Riski Adrian, menjelaskan bahwa timnya kemudian melakukan penelusuran dan melakukan penggerebekan di sebuah kantor yang beralamat di Jalan Gito Gati, Sleman, dengan nama PT Altair Trans Service.

Ratusan Karyawan Terlibat

Riski Adrian merinci bahwa 64 orang yang diamankan saat penggerebekan merupakan sebagian dari total karyawan yang diduga mencapai 160 hingga 200 orang. Mereka yang diamankan kebetulan sedang menjalani sif kerja pada saat penangkapan dilakukan.

“Waktu (masa) kerjanya berbeda-beda, ada yang sudah setahun, ada yang baru 6 bulan, ada yang 3 bulan, ada yang baru satu minggu. Kalau total pegawai sebanyak hampir 160-200. (Yang diamankan 64 orang) karena kan waktu saat itu itu hanya sif pagi waktu penangkapan tersebut,” ujar Riski saat jumpa pers di Polresta Jogja, Rabu (7/1/2026).

Advertisement

Para karyawan yang diamankan saat ini berstatus sebagai saksi dalam proses penyelidikan lebih lanjut.

Gaji Fantastis untuk Admin Chat

Pihak kepolisian menemukan bahwa iklan lowongan pekerjaan dari PT Altair Trans Service memang tersebar luas di berbagai mesin pencari. Iklan tersebut menawarkan posisi sebagai ‘English Chat App Admin’ dengan iming-iming gaji yang menggiurkan, bahkan mencapai Rp 8,5 juta per bulan (take home pay).

Meskipun tidak ada syarat minimum pendidikan, kemampuan berbahasa Inggris menjadi kualifikasi utama. Menurut keterangan karyawan yang diperiksa, pekerjaan tersebut dijalani layaknya tugas customer service.

“Kalau untuk rekrutmen mereka termasuk simpel, hanya bisa berbahasa Inggris saja, syaratnya. Kalau setahu mereka (karyawan) itu hanya sebagai customer service,” ungkap Riski.

Advertisement