— Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mendeteksi adanya siklon tropis bernama NOUL yang terpantau berada di wilayah Filipina. Keberadaan siklon ini diprediksi akan memicu terjadinya cuaca ekstrem di dua wilayah Indonesia, yaitu Kepulauan Riau (Kepri) dan Kalimantan Utara.

Menurut informasi yang dirilis BMKG melalui situs resminya pada Jumat (24/7/2026), Siklon Tropis NOUL berkembang dari Bibit Siklon Tropis 92W. Bibit ini mulai tumbuh di wilayah monitoring TCWC Jakarta pada tanggal 21 Juli 2026 pukul 01.00 WIB dan berhasil mencapai intensitas siklon tropis pada 24 Juli 2026 pukul 01.00 WIB.

Saat ini, siklon tersebut dilaporkan berada di Laut Filipina timur dengan kekuatan angin mencapai 40 knots atau setara dengan 74 Km/jam. Siklon NOUL dikategorikan sebagai siklon tropis kategori 1.

BMKG memprediksi siklon ini akan berkembang menjadi kategori 2 dengan kekuatan angin mencapai 102 Km/jam. Dalam kurun waktu 24 jam ke depan, siklon tersebut diperkirakan akan bergerak menjauhi wilayah Indonesia. Meskipun demikian, dampaknya masih akan terasa terhadap kondisi cuaca dan gelombang laut di beberapa wilayah perairan Indonesia.

“Siklon Tropis NOUL memberikan dampak tidak langsung terhadap cuaca dan perairan di wilayah Indonesia dalam 24 jam ke depan hingga 25 Juli 2026 pukul 07.00 WIB,” jelas BMKG dalam keterangannya.

Berikut adalah daftar wilayah yang diprediksi terdampak oleh siklon tropis tersebut:

Cuaca Ekstrem

  • Kalimantan Utara
  • Kepulauan Riau

Gelombang Tinggi

  • Perairan Kepulauan Sangihe
  • Perairan Kepulauan Talaud
  • Laut Maluku bagian utara
  • Samudra Pasifik utara Halmahera bagian selatan
  • Samudra Pasifik utara Papua Barat
  • Samudra Pasifik utara Halmahera bagian utara
  • Laut Sulawesi bagian barat
  • Laut Sulawesi bagian timur
  • Laut Sulawesi bagian tengah

Angin Kencang

  • Sulawesi Utara