TANGERANG – Tahun pertama masa jabatan Wali Kota Tangerang Sachrudin dan Wakil Wali Kota Maryono dinilai telah berhasil meletakkan fondasi dan menunjukkan arah pembangunan kota yang terukur. Pendekatan kebijakan pada fase awal ini difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat agar mudah dipahami dan dirasakan langsung oleh warga.
Fokus Kebutuhan Dasar dan Kebijakan Terukur
Pengamat kebijakan publik dari Institute for Development of Policy and Local Partnership (IDP-LP), Riko Noviantoro, mengemukakan bahwa salah satu ciri kepemimpinan Sachrudin-Maryono pada tahun pertama adalah fokus pada kebutuhan dasar. Ia menyoroti program 3G (Gampang Sekolah, Gampang Kerja, dan Gampang Sembako) sebagai inisiatif yang relevan dan menyentuh langsung warga.
“Program ini menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari pendidikan, akses pekerjaan, hingga pemenuhan kebutuhan pokok. Pendekatan seperti ini membuat arah kebijakan pemerintah kota lebih mudah dipahami warga,” ujar Riko dalam keterangannya, Jumat (20/2/2026).
Riko menekankan bahwa tahun pertama kepemimpinan merupakan fase peletakan fondasi. Ia menilai, yang terpenting adalah konsistensi arah kebijakan dan keberlanjutan pelaksanaannya. “Tahun pertama biasanya adalah fase peletakan fondasi. Yang penting adalah konsistensi arah kebijakan dan keberlanjutan pelaksanaannya,” tambahnya.
Indikator Makro Menunjukkan Perbaikan
Arah pembangunan tersebut juga tercermin dari sejumlah indikator makro Kota Tangerang sepanjang 2024-2025. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Tangerang meningkat dari 81,53 poin menjadi 82,41 poin. Angka harapan hidup naik dari 75,50 tahun menjadi 75,86 tahun, sementara harapan lama sekolah bergerak dari 13,90 tahun menjadi 13,96 tahun.
“Meski perubahannya bertahap, tren ini menunjukkan adanya perbaikan kualitas hidup masyarakat,” ujar Riko.
Di sektor ekonomi, Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) menguat dari 5,04 persen menjadi 5,20 persen. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun dari 5,92 persen menjadi 5,88 persen, dan tingkat kemiskinan menurun dari 5,43 persen menjadi 5,19 persen.
Menurut Riko, angka-angka ini menandakan bahwa kebijakan sosial dan ekonomi pemerintah mulai berjalan dan dirasakan manfaatnya. “Indikator-indikator ini memang tidak berubah secara cepat. Yang paling penting adalah arah kebijakan jelas dan konsistensinya terjaga. Jika hal ini dilakukan, dampaknya akan semakin terasa dalam beberapa tahun ke depan,” tuturnya.
Capaian Nyata dan Visi Wali Kota
Riko menambahkan, setahun pertama kepemimpinan Sachrudin-Maryono belum menghadirkan hasil akhir, namun arah kebijakan dan fondasi pembangunan sudah mulai terlihat. “Namun arah kebijakan dan fondasi pembangunan sudah mulai terlihat. Jika konsistensi ini dijaga, Kota Tangerang pada 2026 dan tahun-tahun berikutnya, insya Allah akan memiliki ruang untuk terus tumbuh dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dalam kurun waktu setahun, sejumlah capaian nyata telah hadir, antara lain pembangunan 26 Graha Kita Bersama (GKB), bedah 1.000 rumah warga, pembangunan empat ruas jalan, dan pemberian beasiswa kepada 576 penerima manfaat. Pemkot juga menyalurkan Bantuan Sosial berupa uang tunai kepada 2.668 penerima, santunan kematian kepada 805 keluarga, serta BPJS Ketenagakerjaan bagi 16.082 pekerja rentan.
Selain itu, dilakukan pelatihan 1.000 wirausaha, serta bantuan modal usaha sebesar Rp20.000.000 kepada 184 penerima manfaat.
Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menegaskan bahwa sejak awal kepemimpinannya, pembangunan diarahkan agar langsung dirasakan oleh masyarakat. “Semua pembangunan harus dirasakan langsung oleh masyarakat. Kami bekerja tidak sendirian, tetapi melibatkan semua pihak. Tujuannya agar pembangunan hadir dalam kehidupan sehari-hari warga, dengan layanan yang lebih mudah, lingkungan yang lebih tertata, dan ruang kota yang semakin nyaman,” ungkap Sachrudin.
Penghargaan dan Inovasi Lingkungan
Selama setahun kepemimpinan, Sachrudin-Maryono berhasil meraih 81 penghargaan tingkat nasional dan regional. Salah satunya adalah capaian Universal Health Coverage (UHC) Kota Tangerang yang konsisten di atas 98 persen, bahkan menembus 100,71 persen pada 2025, yang kembali mengantarkan Pemkot Tangerang meraih UHC Award 2026 Kategori Madya dari Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat.
Penghargaan lain yang diraih antara lain Juara I BKN Award 2025 pada ajang Rakornas Kepegawaian 2025 dan Peringkat III Pemerintah Kota Terbaik dalam Pencegahan Korupsi melalui Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan Tahun 2025 dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Kota Tangerang juga meraih Penghargaan Program Kampung Iklim (Proklim) Tingkat Nasional Tahun 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup atas inovasi Sistem Pemantauan Tinggi Air Sungai (SIPANTAU) yang masuk dalam Kategori Rajata.
Berbagai capaian tersebut menjadi bukti nyata bahwa arah pembangunan Kota Tangerang tidak hanya berfokus pada pertumbuhan fisik, tetapi juga tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, dan inovasi lingkungan. Prestasi ini menjadi motivasi untuk terus bekerja sama membangun dan merawat Kota Tangerang.





