Jakarta – Pemerintah meluncurkan Program Sekolah Rakyat sebagai upaya strategis untuk memperluas akses pendidikan yang lebih merata, khususnya bagi keluarga kurang mampu di wilayah padat penduduk. Program ini dikoordinasikan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) dengan kolaborasi lintas kementerian, termasuk Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek), serta Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Pemetaan Wilayah Sasaran
Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menjelaskan bahwa pemetaan pembangunan sekolah rakyat difokuskan pada dua kriteria utama. Pertama, wilayah dengan basis keluarga kurang mampu yang signifikan. Kedua, wilayah dengan jumlah penduduk yang padat.
“Pertama, di situ menjadi bagian dari basisnya keluarga yang kurang mampu, yang kedua juga jumlah penduduknya yang banyak,” tegas Gus Ipul dalam keterangan yang dikutip dari detikedu, Minggu (4/1/2026).
Pendekatan ini diharapkan dapat mendorong kehadiran pendidikan lebih dekat dengan masyarakat yang selama ini sulit terjangkau.
Target Jangka Menengah dan Pemberdayaan Keluarga
Program Sekolah Rakyat memiliki target ambisius dalam periode lima tahun pemerintahan. Pemerintah menargetkan pembangunan 500 Sekolah Rakyat yang mampu menampung 500 ribu siswa. Lebih dari sekadar penampungan siswa, program ini juga mencakup pemberdayaan keluarga mereka.
“Jadi ini memang misi besar. Kalau sudah kapasitas penuh, maka setiap tahun itu akan ada 500 ribu siswa dan keluarganya yang naik kelas, karena memang ini tidak hanya siswanya kan tapi keluarganya ikut diberdayakan,” sambung Gus Ipul.
Sistem Boarding School dan Bantuan Rumah
Sekolah Rakyat akan menerapkan sistem boarding school berasrama, di mana seluruh kebutuhan siswa, termasuk makanan, seragam sekolah, dan sarana prasarana belajar, akan ditanggung oleh negara.
Selain itu, data murid Sekolah Rakyat juga akan digunakan untuk menilai kelayakan tempat tinggal keluarga mereka. Apabila rumah dinilai tidak layak huni, Kemensos akan mengintegrasikan bantuan melalui program renovasi rumah tidak layak huni yang merupakan program unggulan presiden.
“Kalau rumahnya tidak layak huni nanti akan intervensi dengan program presiden yang merupakan program unggulan untuk renovasi rumah tidak layak huni dan seterusnya,” ujar Gus Ipul.
Gus Ipul berharap lulusan Sekolah Rakyat dapat menjadi agen perubahan yang tidak hanya membantu orang tua, tetapi juga memberikan inspirasi bagi lingkungan sekitar.
“Kita harapkan nanti anaknya kalau lulus itu bisa jadi agen perubahan, tidak saja membantu orang tuanya, tapi juga bisa memberikan inspirasi ke lingkungannya untuk berubah. Jadi orang tuanya nanti lebih mandiri (karena) anaknya sudah bisa sekolah sebagaimana yang mereka cita-citakan,” pungkas Gus Ipul.
Peluncuran Publik
Seluruh rangkaian komprehensif Program Sekolah Rakyat akan diperkenalkan kepada publik pada acara Peluncuran Sekolah Rakyat dengan tema ‘Cerdas Bersama, Tumbuh Setara’. Acara ini akan digelar pada 12 Januari 2026 di Sekolah Rakyat Terintegrasi 9 Banjarbaru. Masyarakat dapat mengikuti peluncuran secara daring melalui detikcom atau mengunjungi tagsite Sekolah Rakyat untuk informasi lebih lanjut.






