Pemerintah Provinsi Jawa Barat melakukan pencopotan foto wajah mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, dari underpass Dewi Sartika, Kota Depok. Tindakan ini dilakukan oleh petugas dari Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (BMPR) Jawa Barat.
Sekda Jabar Angkat Tangan
Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Herman Suryatman, memilih untuk tidak memberikan komentar terkait kebijakan pencopotan tersebut. Ia menyatakan bahwa persoalan ini berada di luar kewenangannya.
“Saya kira tidak dalam kapasitas saya (mengomentari itu),” ujar Herman, dilansir detikJabar, Selasa (10/2/2026).
Proses Pencopotan dan Rencana Perubahan Slogan
Sebelumnya, petugas BMPR Jabar terlihat menggunakan alat las dan gergaji untuk mencopot gambar wajah Ridwan Kamil yang bergaya Wedha’s Pop Art Portrait (WPAP) dari dinding underpass. Proses ini dilakukan secara bertahap hingga seluruh bagian wajah terlepas.
Selain pencopotan gambar, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga berencana mengganti slogan lama ‘Jabar Juara’ dengan narasi baru ‘Jabar Istimewa’ di sejumlah ruang publik.
DPRD Jabar Nilai Momentum Perubahan
Menanggapi hal ini, anggota DPRD Jawa Barat dari Daerah Pemilihan 8 (Kota Depok-Kota Bekasi), Ronny Hermawan, menilai pencopotan tersebut dapat menjadi momentum untuk mengubah cara pandang terhadap simbol-simbol visual pejabat publik.
Menurut Ronny, pejabat publik sebaiknya tidak terlalu sering menampilkan wajahnya di ruang-ruang publik. Ia menekankan pentingnya kerja nyata di tengah masyarakat.
“Kalau saya pribadi, memang sebaiknya pejabat publik tidak sering-sering menampilkan wajah di billboard, reklame, jembatan, underpass. Jauh lebih penting bekerja nyata di tengah masyarakat. Jadi bukan kehadiran gambar, tapi kehadiran kerja dan kinerja jauh lebih utama,” kata Ronny.






