Berita

Sebelum Bunuh Anak Politikus PKS, Pelaku Curhat ke Istri Soal Rencana Kriminal

Advertisement

Cilegon – Pelaku pembunuhan anak politikus PKS di Cilegon, Heru Anggara (31), sempat berkomunikasi dengan istrinya mengenai niat melakukan tindak kriminal. Pesan singkat ini dikirimkan kepada sang istri empat jam sebelum peristiwa pembunuhan terjadi.

Pesan tersebut ditemukan polisi saat melakukan pemeriksaan terhadap ponsel milik Heru. Dalam percakapan itu, Heru diketahui sempat mencurahkan isi hatinya kepada sang istri terkait rencana tersebut.

“Bahkan yang bersangkutan juga sempat curhat kepada istrinya, ini ditemukan penyidik pada chat HP antara pelaku dengan istrinya ‘apabila keadaan semakin amblas’ bahasanya ya, yang bersangkutan akan melakukan tindak kriminal,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Banten, Kombes Dian Setyawan, Senin (5/1/2026).

Istri pelaku membalas pesan tersebut dengan ungkapan permohonan ampun dalam ajaran Islam. “Dan ini dijawab oleh istrinya sendiri ‘astaghfirullah, Yang’,” tambah Dian.

Curhatan pelaku kepada istrinya ini dilatarbelakangi oleh kerugian yang dialaminya dalam bermain kripto. Awalnya, Heru sempat meraih keuntungan hingga Rp 4 miliar, namun kemudian mengalami kekalahan.

Advertisement

“Setelah kalah yang bersangkutan melakukan peminjaman di bank sebesar Rp 700 juta, di koperasi yang bersangkutan bekerja senilai Rp 70 juta dan meminjam dari pinjol Rp 50 juta. Tujuannya untuk main kripto lagi, tapi hasil yang diperoleh yang bersangkutan kalah lagi,” jelasnya.

Pembunuhan Anak Politikus PKS

Anak politikus PKS Cilegon, Maman Suherman, tewas dibunuh di rumah mewahnya di perumahan BBS 3, Cilegon, pada 16 Desember 2025. Bocah berusia 9 tahun itu ditemukan tewas bersimbah darah di lantai satu rumah mewah tersebut.

Korban meninggal dunia dengan 19 luka di tubuhnya, yang berasal dari senjata tajam dan benda tumpul. Polisi sempat mengalami kesulitan dalam mengungkap kasus ini karena terkendala beberapa hal, di antaranya CCTV yang mati sejak 2023 dan tidak adanya petugas keamanan di rumah tersebut.

Penyidik telah melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap saksi-saksi, mulai dari keluarga korban hingga tetangga. Terakhir, polisi memeriksa 18 saksi terkait kasus pembunuhan tersebut.

Advertisement