Berita

Sampah Tangsel Dialihkan ke Cileungsi Akibat Penolakan Warga Serang

Advertisement

TANGERANG SELATAN – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengalihkan pembuangan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cileungsi, Kabupaten Bogor, menyusul dihentikannya sementara pengiriman sampah ke TPA Cilowong, Kota Serang, akibat protes warga.

Pengalihan Sementara ke Cileungsi

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menyatakan, sebanyak 200 ton sampah per hari akan dikirim ke Cileungsi selama 14 hari ke depan. Langkah ini diambil untuk mencegah penumpukan sampah di permukiman dan ruang publik di Tangsel.

“Ke Cileungsi ini diambil untuk memastikan tidak ada tumpukan sampah di titik-titik pemukiman maupun ruang publik di Tangsel,” ujar Benyamin Davnie di Tangerang, Kamis (8/1/2026), dikutip dari Antara.

Upaya Penanganan dan Evaluasi Sistem

Benyamin Davnie memastikan bahwa Pemerintah Kota Tangsel tidak berhenti bekerja dalam menangani masalah sampah. Ia menegaskan bahwa penghentian pengiriman sampah ke Cilowong bersifat sementara.

“Saya sampaikan dengan tegas kepada masyarakat, Pemkot Tangsel tidak berhenti bekerja dan tidak menyerah. Penghentian pengiriman ke Cilowong ini bersifat sementara,” katanya.

Situasi ini menjadi momentum bagi Pemkot Tangsel untuk mempercepat pembenahan sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh dan berkelanjutan. Tujuannya adalah agar Tangsel memiliki kemandirian dalam pengelolaan limbah di masa depan.

Advertisement

Evaluasi di TPA Cilowong

Sebelumnya, pengiriman sampah dari Tangsel ke TPA Cilowong dihentikan sementara setelah Kepala DLH Kota Serang, Farach Richi, mengirimkan surat resmi. Penghentian ini dilakukan untuk mengevaluasi kesiapan teknis di TPSA Cilowong serta meninjau penerimaan warga sekitar.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Serang, Nanang Saefudin, menambahkan bahwa Pemkot Serang membuka ruang dialog dengan warga yang terdampak. Ia menyebut penghentian sementara ini merupakan respons terhadap aspirasi masyarakat.

“Ini kan baru uji coba beberapa hari. Kita hentikan dulu untuk dilakukan evaluasi. Saya pikir wajar masyarakat menyampaikan aspirasinya, baik dengan keras maupun lembut. Poinnya, kita akan melakukan perbaikan-perbaikan,” ujar Nanang, Selasa (6/1/2026).

Sebelumnya, warga sempat memprotes gunungan sampah di Pasar Cimanggis, Tangsel, yang dinilai mengganggu.

Advertisement