— Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mendesak Polda Metro Jaya menangani serius maraknya pencurian besi yang mengakibatkan perusakan fasilitas umum di Jakarta. Menurut Sahroni, tindakan pencurian yang menargetkan besi pembatas waduk, penutup gorong-gorong, dan rel JPO berpotensi membahayakan keselamatan warga.

“Aksi orang-orang ini bisa membahayakan nyawa banyak orang. Maka saya minta Polda Metro Jaya serius memberantas pencurian berujung perusakan fasilitas umum yang sedang marak ini. Mulai dari besi pembatas waduk, besi penutup gorong-gorong, besi di JPO, dan sebagainya,” ujar Sahroni dalam keterangannya, Rabu (8/7/2026).

Kasus Terbaru Di Waduk Rawa Malang

Peristiwa terbaru terjadi di Waduk Rawa Malang, Cilincing, Jakarta Utara, di mana besi pembatas dilaporkan hilang dicuri. Warga setempat menyatakan kejadian serupa sudah berlangsung berulang kali.

Ketua RT 6/RW 10 Semper Timur, Dede Soraya (35), menyampaikan pelaku kerap beraksi pada dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Hilangnya pagar pengaman memicu kecemasan warga yang beraktivitas di sekitar waduk.

Sahroni mengingatkan bila pencurian dibiarkan berulang, kondisi tersebut akan terus meluas. “Mulanya mungkin mereka beraksi satu-dua kali, tapi kalau dibiarkan akan terus berulang dan semakin merajalela,” tambahnya.

Upaya Penegakan Untuk Melindungi Publik

Sahroni menilai penindakan tegas terhadap pelaku pencurian ini penting untuk menjaga keselamatan pengguna fasilitas umum. Ia juga menyorot beban negara yang harus menanggung biaya perbaikan fasilitas yang dirusak.

“Negara juga dirugikan karena harus terus memperbaiki fasilitas yang dirusak, sementara masyarakat menjadi korban karena kehilangan hak untuk menggunakan fasilitas umum yang aman dan layak,” tandas dia.

Sahroni menyarankan kepolisian memaksimalkan penggunaan sumber daya yang tersedia untuk menindak para pelaku. Ia mencatat keberadaan ribuan kamera pengawas di Jakarta dan berharap alat tersebut dimanfaatkan untuk mengidentifikasi serta menangkap pelaku.

“Apalagi Jakarta kan sudah memiliki ribuan CCTV yang tersebar di banyak lokasi. Saya harap kepolisian memanfaatkannya secara maksimal untuk mengidentifikasi dan menangkap para pelaku,” pungkas Sahroni.