Berita

Ribuan Warga Masih Mengungsi Akibat Banjir Bandang di Lereng Gunung Slamet

Advertisement

Pemalang – Ribuan warga masih bertahan di lokasi pengungsian menyusul bencana banjir bandang yang melanda lereng Gunung Slamet. Data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemalang mencatat puluhan rumah dan jembatan mengalami kerusakan akibat terjangan banjir yang terjadi pada Sabtu (25/1/2026) dini hari.

Situasi Pengungsian

Hingga Rabu (28/1/2026) pukul 18.00 WIB, tercatat sebanyak 732 keluarga atau 2.277 jiwa masih mengungsi. Angka ini sedikit menurun dibandingkan data sebelumnya yang mencapai 2.400 jiwa.

“Data tercatat pada Rabu Sore (28/01) pukul 18.00 wib, ada 2,2 ribuan warga mengungsi. Data sebelumnya mencapai 2,4 ribu warga mengungsi,” ujar Juru Bicara BPBD Pemalang, Misdiyanto, pada Kamis (29/1/2026).

Lokasi Pengungsian di Kecamatan Pulosari

Di Kecamatan Pulosari, para pengungsi tersebar di beberapa titik strategis:

  • Gedung Aula NU: 160 jiwa
  • Ruangan TK: 302 jiwa
  • Ruang BLK: 51 jiwa
  • Kantor Kecamatan Pulosari: 178 jiwa

Distribusi Pengungsi di Desa Penakir

Warga Desa Penakir juga mengungsi di berbagai lokasi di beberapa dusun:

Advertisement

Dusun Wanasari

  • Musala Baiturrahim: 417 jiwa
  • Musala Baituttaqwa: 179 jiwa
  • Musala Batusalam RT 28: 144 jiwa

Dusun Sawangan

  • TPQ Al Hikmah RT 20: 198 jiwa
  • Masjid lama: 152 jiwa
  • Masjid baru Baitul Hikmah: 194 jiwa

Dusun Sarangan

Pengungsi di dusun ini terpusat di TPQ RT 15, menampung gabungan warga dari RT 18 (65 KK), RT 17 (76 KK), dan RT 16 (28 KK), dengan total 473 jiwa.

Selain itu, terdapat pengungsi di Puskesmas Pulosari sebanyak 2 jiwa dan di Sima Gintung sebanyak 27 jiwa.

Dapur Umum Didirikan

Untuk memastikan kebutuhan logistik para pengungsi terpenuhi, sejumlah dapur umum telah didirikan di berbagai titik lokasi pengungsian.

Advertisement