— Palembang — Sumsel Bhayangkara Run 2026 yang berlangsung di Jakabaring Sport City, Minggu (12/7/2026), memberi dampak ekonomi nyata bagi masyarakat setempat. Lebih dari 8.000 pelari yang ikut serta memicu lonjakan permintaan pada sektor jasa dan perdagangan lokal sejak dini hari.

Gelaran lari massal ini tidak hanya menjadi ajang rekreasi dan kompetisi, tetapi juga membuka ruang pemasaran bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta sektor terkait seperti transportasi dan perhotelan.

UMKM Jadi Fokus Penyelenggara

Kabid Humas Polda Sumsel menyatakan keterlibatan UMKM lokal sengaja difasilitasi sebagai bagian dari rangkaian Hari Bhayangkara ke-80. “Kami menyadari bahwa event olahraga massal memiliki potensi ekonomi yang luar biasa. Oleh karena itu, kami sengaja melibatkan puluhan UMKM lokal untuk menempati tenant di area acara. Mulai dari kuliner khas lokal hingga produk kreatif lainnya, semuanya kita fasilitasi agar perputaran ekonomi kerakyatan benar-benar hidup,” kata Kabid Humas dalam keterangan tertulis, Minggu (12/7/2026).

Menurutnya, antusiasme peserta menjadi peluang bagi pedagang kecil untuk meningkatkan omzet hanya dalam satu hari penyelenggaraan.

Efek Domino Ekonomi

Panitia mencatat kegiatan itu menimbulkan efek domino ekonomi: transportasi lebih ramai, hunian sementara terisi penuh, dan permintaan kuliner meningkat. “Dampaknya sangat terasa. Transportasi ramai, hotel-hotel penuh, dan UMKM laris manis. Inilah yang kami harapkan: badan sehat karena berolahraga, ekonomi Sumsel pun ikut kuat karena perputaran uang yang masif di lokasi acara. Ini adalah bentuk sport tourism yang ingin terus kita kembangkan,” tambah Kabid Humas.

Polda Sumsel menyebut fasilitas olahraga berstandar internasional di Jakabaring menjadi salah satu modal untuk mengembangkan skala acara ke depannya. Penyelenggaraan tahun ini akan menjadi bahan evaluasi untuk kemungkinan menjadikannya agenda tahunan yang menarik wisatawan domestik dan mancanegara.

Komitmen Keberlanjutan

Polda Sumsel menegaskan komitmen menjaga momentum agar manfaat ekonomi kegiatan tersebut berkelanjutan. “Tentu ini menjadi catatan evaluasi yang sangat baik bagi kami. Melihat ribuan pelari hari ini, kami semakin yakin bahwa Sumsel punya potensi besar menjadi tuan rumah event olahraga yang mendunia. Terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi dan turut menghidupkan ekonomi Sumsel melalui event ini,” pungkas Kabid Humas.

Keberhasilan acara ini tercermin bukan hanya dari jumlah peserta dan capaian olahraga, tetapi juga sebagai wujud kolaborasi antara institusi kepolisian, pelaku UMKM, dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.