— Kepolisian Metropolitan Tokyo menahan seorang siswa berusia 15 tahun yang diduga menggunakan ChatGPT untuk mengembangkan program peretasan yang menarget Bandai Channel, layanan streaming anime milik Bandai Namco Filmworks. Aksi itu berujung pada penghapusan puluhan ribu akun pengguna.

Remaja tersebut disangkakan atas tuduhan gangguan bisnis secara curang setelah mengeksploitasi celah keamanan pada platform pada November 2025.

Kronologi Serangan

Menurut keterangan kepolisian, peretasan bermula pada 4 November 2025 ketika pelaku mengirimkan perintah palsu secara massal ke server Bandai Channel. Akibatnya, sebanyak 46.812 langganan anggota dibatalkan secara paksa.

Gangguan itu mengacaukan operasional perusahaan sejak 6 November 2026 dan perusahaan baru pulih sepenuhnya pada Desember 2026 setelah perbaikan sistem skala besar dilakukan.

Peran ChatGPT dan Modus Pelaku

Penegak hukum menyatakan pelaku memanfaatkan artificial intelligence ChatGPT untuk membantu menulis kode yang mengotomatisasi akses ilegal, sehingga mampu melancarkan proses pembatalan massal tersebut. Dalam pemeriksaan, remaja itu mengaku: “Saya membuat kode sumber untuk proses pembatalan akun itu sendiri. Karena prosesnya memakan waktu lama, saya bertanya kepada ChatGPT dan menyelesaikannya dalam bahasa pemrograman yang berbeda.”

Pihak berwenang menambahkan pelaku mengubah alamat Internet Protocol sebanyak 30 kali ketika aksesnya diblokir oleh sistem Bandai Namco untuk terus melancarkan serangan.

Pengakuan dan Riwayat Pelaku

Pelaku, yang saat kejadian masih duduk di bangku SMP, pernah ditangkap pada Juni 2026 terkait tindak kejahatan komputer lainnya. Ia mengaku belajar pemrograman secara otodidak sejak kelas empat SD dan menyatakan tidak memiliki dendam terhadap Bandai Namco Filmworks.

“Saya mulai menggunakan komputer sejak kelas empat SD dan mempelajari semuanya sendiri. Kebetulan saya bisa mengakses informasi tersebut dan tidak ada masalah apa pun dengan perusahaan,” ujarnya.

Respons Perusahaan

Bandai Namco Filmworks segera menghubungi pelanggan yang terdampak dan mengimbau kewaspadaan terhadap potensi email penipuan (phishing). Perusahaan meminta pengguna yang akunnya terhapus untuk mendaftar ulang dan menjanjikan pengembalian dana (refund) untuk biaya langganan selama periode gangguan.

Hingga kini, perusahaan menyatakan belum menemukan bukti bahwa data pengguna yang bocor telah disebarluaskan atau disalahgunakan. “Kami menanggapi situasi ini dengan sangat serius, dan akan terus melakukan pemeriksaan berkala demi mencegah kejadian serupa terulang kembali,” kata pihak Bandai Namco Filmworks.

Implikasi Penggunaan AI

Bandai Channel merupakan salah satu platform streaming anime legal terkemuka di Jepang yang menayangkan banyak properti di bawah Bandai Namco Group, termasuk waralaba seperti Gundam, Love Live!, dan Code Geass.

Kasus ini turut menjadi sorotan terkait pemanfaatan teknologi Generative AI seperti ChatGPT. Dalam naskah pemeriksaan dan pernyataan pihak berwenang, disebutkan bahwa meskipun platform AI menerapkan batasan keamanan untuk menolak instruksi pembuatan program berbahaya, pelaku remaja mampu memanfaatkan teknik prompt engineering tertentu untuk membantu penulisan kode peretasan. Insiden ini memicu diskusi tentang kebutuhan regulasi akses AI bagi kegiatan pemrograman.