— Jakarta — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah berkomitmen memprioritaskan anggaran pendidikan minimal 20% dari APBN, namun realisasi pada 2025 tercatat sebesar 19,1%.

Pernyataan itu disampaikan Purbaya saat memberikan tanggapan pemerintah atas pandangan fraksi-fraksi DPR dalam Rapat Paripurna DPR ke-25 Masa Sidang 2025-2026 di Senayan, Jakarta, Selasa (14/7/2026).

Purbaya menanggapi sorotan dari Fraksi PDIP, Fraksi Partai Gerindra, dan Fraksi PKS terkait pelaksanaan mandatory spending. Ia menegaskan posisi negara sesuai konstitusi mengenai prioritas anggaran pendidikan.

“Menanggapi pandangan Fraksi PDIP, Fraksi Partai Gerindra, dan Fraksi PKS mengenai pelaksanaan mandatory spending , pemerintah menyatakan bahwa sesuai dengan amanat Undang-Undang RI Tahun 1945, negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20% dari APBN serta dari APBD untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional,” kata Purbaya dalam pidatonya.

Menurut Purbaya, alokasi 20% dari APBN dibagi dalam tiga pilar belanja untuk menjalankan amanah tersebut. Ia menyebut ketiga pilar itu mencakup belanja pemerintah pusat, transfer ke daerah, dan pembiayaan pendidikan.

“Untuk melaksanakan amanah tersebut, anggaran pendidikan setiap tahunnya ditetapkan dalam undang-undang tentang APBN sebesar 20% yang terbagi dalam tiga pilar belanja, yaitu belanja pemerintah pusat, transfer ke daerah, dan pembiayaan pendidikan,” ujar bendahara negara ini.

Purbaya menambahkan bahwa pemerintah berupaya mengoptimalkan realisasi anggaran pendidikan dari tahun ke tahun sebagai bukti komitmen pelaksanaan kebijakan.

“Dari tahun ke tahun, pemerintah berkomitmen untuk mengoptimalkan realisasi anggaran pendidikan. Hal ini tercermin dari peningkatan persentase realisasi anggaran pendidikan,” sambungnya.

Adapun data yang disampaikan Purbaya menunjukkan realisasi anggaran pendidikan pada 2025 naik dan mencapai 19,1% dari realisasi belanja negara. Pemerintah berharap kondisi pada 2026 akan lebih optimal.

“Realisasi anggaran pendidikan terus meningkat dari tahun ke tahun, pada tahun 2025 mencapai 19,1% dari realisasi belanja negara, dan tahun 2026 diharapkan lebih optimal dan semakin membaik,” imbuhnya.