Berita7 — Realisasi belanja negara pada semester I-2026 tercatat sebesar Rp 1.656 triliun atau 43,1% dari target APBN Rp 3.842,7 triliun. Angka ini menunjukkan peningkatan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan penyerapan yang lebih tinggi mencerminkan upaya pemerataan penggunaan anggaran sepanjang tahun.
Menurut Purbaya, realisasi belanja negara tumbuh 17,8% secara tahunan. “Kalau kita lihat penyerapan belanja negara tahun lalu dalam periode yang sama hanya tumbuh 38,8% sekarang tumbuh 43,1%, itu merupakan hasil upaya kita memastikan belanja negara agar lebih terjadi merata sepanjang tahun,” ujarnya saat rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR di Gedung DPR pada Selasa (7/7/2026).
Rincian Realisasi Belanja
Realisasi Rp 1.656 triliun terbagi menjadi belanja pemerintah pusat sebesar Rp 1.298,6 triliun dan transfer ke daerah Rp 357,4 triliun. Pemerintah menyatakan anggaran tersebut difokuskan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi serta mendukung program prioritas nasional.
Purbaya menyebut belanja pemerintah pusat tumbuh 29,4% secara tahunan, dari Rp 1.003,6 triliun pada semester I-2025 menjadi Rp 1.298,6 triliun pada semester I-2026.
Komposisi Belanja Pemerintah Pusat
Dalam komponen belanja pemerintah pusat terdapat belanja kementerian/lembaga (K/L) dan non-K/L. Realisasi belanja K/L mencapai Rp 658,9 triliun pada semester I-2026.
Belanja K/L, menurut Purbaya, didukung oleh pelaksanaan program-program sosial seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), penyaluran bantuan sosial termasuk bantuan iuran jaminan kesehatan bagi masyarakat tidak mampu, kartu sembako, Program Keluarga Harapan, dan Kartu Indonesia Pintar Kuliah.
“Selain itu, realisasi belanja pemerintah pusat juga digunakan untuk membayar gaji aparatur termasuk THR (Tunjangan Hari Raya) dan gaji 13.”
Sementara itu, realisasi belanja non-K/L sebesar Rp 639,7 triliun terutama digunakan untuk pembayaran subsidi dan kompensasi tahun berjalan 2026 serta penyelesaian kurang bayar tahun 2025. Dana ini juga dimanfaatkan untuk pembayaran THR pensiunan dan pensiun 13.
“Peningkatan realisasi belanja pemerintah pusat pada tahun 2026 ini menjadi katalisator untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di semester 1-2026,” kata Purbaya.
Transfer Ke Daerah
Transfer ke daerah terealisasi Rp 357,4 triliun atau 51,6% dari pagu APBN 2026. Namun angka ini mengalami kontraksi 11,2% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, ketika realisasi mencapai Rp 402,5 triliun.
Purbaya menjelaskan realisasi transfer ke daerah dipengaruhi oleh kemampuan pemerintah daerah dalam menyerap anggaran dan merealisasikan target output.
“Realisasi penyaluran transfer ke daerah dari pemerintah pusat sudah on track dan berjalan lebih cepat. Kami akan terus kawal realisasi penyaluran transfer ke daerah di semester kedua,”
Penjelasan itu mengakhiri paparan mengenai capaian penyerapan anggaran hingga pertengahan 2026 yang menurut pemerintah menunjukkan perbaikan pola belanja dibanding tahun lalu.
Ikuti Berita7

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.