— Jakarta — Video yang menunjukkan seorang pria dikeluarkan paksa dari kereta rel listrik (KRL) di Stasiun Pasar Minggu Baru, Jakarta Selatan, beredar luas di media sosial pada Senin (13/7).

Peristiwa itu terjadi di Commuter Line nomor 1197 relasi Bogor–Jakarta Kota sekitar pukul 07.10 WIB. Pria tersebut kemudian diserahkan ke petugas stasiun untuk penanganan lebih lanjut.

KAI Commuter Indonesia (KCI) menyatakan sedang mendalami informasi bahwa kejadian bermula dari dugaan kasus pelecehan seksual di dalam kereta.

“Saat petugas melakukan penanganan di stasiun, belum terdapat korban maupun pihak yang menyampaikan laporan terkait dugaan tindak pelecehan seksual,” ujar Public Relations Manager KAI Commuter, Leza Arlan.

Penelusuran Awal dan Rekaman CCTV

Menurut KAI Commuter, kegaduhan terjadi setelah muncul reaksi sejumlah penumpang menyusul dugaan tindakan terhadap salah seorang pengguna Commuter Line.

Penelusuran awal melalui rekaman CCTV belum dapat memastikan dugaan tindakan pelecehan karena kondisi kereta sangat padat pada saat kejadian. Rekaman juga memperlihatkan reaksi histeris dari seorang penumpang yang memicu kegaduhan di dalam gerbong.

Prosedur Penanganan dan Imbauan

Petugas di Stasiun Pasar Minggu Baru menerima penyerahan pria terduga pelaku. KAI Commuter menyatakan petugas stasiun akan menangani kasus sesuai prosedur yang berlaku.

Leza menegaskan pihaknya memandang serius setiap laporan maupun dugaan tindakan yang mengganggu keamanan dan kenyamanan pengguna jasa. “Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait apabila terdapat laporan resmi maupun proses penanganan lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

KAI Commuter mengimbau pengguna yang mengalami atau menyaksikan dugaan tindak kekerasan seksual maupun tindak pidana lain untuk segera melapor kepada petugas di stasiun atau dalam kereta, melalui akun media sosial resmi @commuterline, atau contact center 121.

Perusahaan menyatakan laporan segera akan membantu proses penanganan, pengumpulan bukti, dan koordinasi dengan aparat penegak hukum. KAI Commuter menegaskan komitmennya untuk menciptakan layanan transportasi publik yang aman, nyaman, dan inklusif melalui peningkatan pengawasan, kehadiran petugas, pemanfaatan CCTV, serta kerja sama dengan aparat penegak hukum.