— Seorang pria berinisial D alias Abang David di Depok telah ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi. Ia diduga melakukan penganiayaan terhadap dua orang anak berusia 7 tahun di wilayah Cimanggis, Depok. Tindakan tersebut berawal dari sebuah tantangan yang diberikan kepada korban.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Metro Depok AKBP Made Gede Oka Utama menjelaskan bahwa tersangka memberikan tantangan kepada kedua anak tersebut. Namun, penyidik menemukan unsur kesengajaan dalam pemberian tantangan yang membahayakan korban. “Ya, memang awalnya memberikan challenge-nya. Menurut keterangan tersangka seperti itu, memberikan challenge. Cuma kan kita menemukan ada unsur kesengajaan dia untuk si anak ini disuruh makan cabai berapa buah atau berapa biji,” ujar AKBP Made.

Setelah memakan cabai, korban kemudian dimasukkan ke dalam freezer. “Kemudian dimasukkan lah ke dalam freezer gitu. Jadi ya penyidik meyakini bahwa ini memenuhi unsur untuk terutama nanti kita juga udah mendapatkan hasil psikologis visum dari si anak ini,” tambahnya.

AKBP Made menambahkan bahwa motif tersangka diduga karena usil atau iseng. Namun, tantangan yang diberikan terbukti sangat membahayakan kondisi korban. “Iya itu (motifnya). Karena memang menurut keterangan tersangka seperti itu. Usil dan isengnya saya nggak bisa mem-judge seperti itu, cuman fakta itu dilakukan sama si tersangka. Cuman challenge itu dilakukan. Nah itu kan sangat membahayakan, ya. Sangat membahayakan kondisi dari korban,” tuturnya.

Atas perbuatannya, David telah ditetapkan sebagai tersangka dan kini ditahan di Polsek Cimanggis. Rencananya berkas perkara akan segera dilimpahkan ke kejaksaan. “Jadi, untuk laporan ataupun peristiwa tersebut sudah kita tangani dan kelola dengan baik. Dan proses dari tersangka tersebut sudah kita lakukan upaya paksa yaitu penahanan. Dan kita akan segera lakukan pemberkasan dan kita limpahkan ke penuntut umum,” jelasnya.

Akibat dari peristiwa tersebut, kedua korban dilaporkan mengalami gangguan psikis dan luka-luka. “Tentu korban mengalami gangguan ataupun psikis yang luar biasa, dan juga di sana juga kita dapat lihat bahwa korban ada mengalami sedikit luka-luka,” ungkapnya.