— Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyiapkan anggaran sebesar Rp300 miliar pada 2026 untuk pembebasan lahan dalam rangka normalisasi Sungai Ciliwung. Anggaran tersebut juga dialokasikan untuk pembebasan lahan di Kali Krukut dan Kali Cakung Lama.

Pernyataan itu disampaikan Pramono saat meninjau progres pembebasan lahan di kawasan Cawang, Jakarta Timur. Ia menilai pembebasan lahan merupakan kunci percepatan normalisasi sungai demi mengurangi risiko banjir di ibu kota.

Target Pembebasan Lahan

Di lokasi tinjauan, terdapat target pembebasan sebanyak 170 bangunan. Dari jumlah itu, Pramono menyebut sebanyak 62 bangunan telah dibebaskan dan dibongkar.

“Anggarannya di tahun ini Rp 300 miliar,” katanya kepada wartawan, Jumat (10/7/2026). “Bangunan yang sudah dibebaskan pasti akan dibersihkan semua, termasuk yang 170 bangunan tadi.”

Jadwal dan Harapan

Pramono menegaskan sisa pembebasan lahan ditargetkan selesai hingga akhir 2026. Ia menyatakan penetapan lokasi untuk sejumlah wilayah telah ditandatangani, sehingga proses dapat berjalan sesuai target.

Ia berharap normalisasi ruas Sungai Ciliwung dari kawasan MT Haryono hingga Jembatan Kalibata bisa tersambung pada peringatan HUT ke-500 Jakarta tahun 2027.

“Kalau itu bisa dilakukan, maka di tahun 2027 ketika Jakarta ulang tahun ke-500, normalisasi salah satu sumbu utama, yaitu Ciliwung yang ada di Cawang, Rawajati, Pengadegan, dan Cililitan mudah-mudahan akan terselesaikan,” ujarnya.

Pramono menambahkan percepatan normalisasi Ciliwung merupakan bagian dari langkah penanganan banjir jangka menengah hingga panjang. Program yang sama akan dilanjutkan di Kali Krukut dan Kali Cakung Lama untuk memperluas kapasitas aliran air.