Berita7 — JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, melaporkan bahwa pendapatan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pada triwulan II tahun 2026 telah mencapai Rp 29,29 triliun. Angka ini setara dengan 40 persen dari target pendapatan daerah yang telah ditetapkan untuk tahun ini.
Dalam acara ‘Jakarta Budget Talks, Menavigasi APBD Jakarta: Perkuat Kinerja, Kepentingan Publik Terjaga’ yang digelar di Balai Kota DKI Jakarta pada Rabu (22/7/2026), Pramono Anung menyampaikan bahwa total anggaran DKI Jakarta untuk tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp 81,32 triliun. Hingga akhir Juni, realisasi belanja daerah tercatat sebesar Rp 24,73 triliun, atau sekitar 33 persen dari pagu belanja yang tersedia.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penerimaan pembiayaan daerah telah mencapai Rp 5,82 triliun, yang merupakan 58,92 persen dari target Rp 9,88 triliun. Sementara itu, pengeluaran pembiayaan terealisasi sebesar Rp 574,9 miliar, atau 8,17 persen dari pagu Rp 7,04 triliun.
Pramono Anung juga mengungkapkan bahwa sebanyak 118.161 paket pengadaan telah berhasil diselesaikan hingga semester pertama tahun ini. Ia menekankan pentingnya percepatan pelaksanaan belanja oleh seluruh perangkat daerah agar tidak terjadi penumpukan proyek di akhir tahun anggaran.
“Saya sudah meminta kepada jajaran Balai Kota tidak menumpuk seperti yang terjadi pada masa-masa lalu di akhir-akhir tahun, bulan November-Desember. Karena sekarang ini sudah bulan Juli, saya meminta betul untuk dilakukan dari sekarang,” ujar Pramono Anung.
Gubernur juga menyampaikan apresiasinya kepada seluruh warga yang telah berkontribusi melalui pembayaran pajak. Ia memberikan jaminan bahwa seluruh dana yang masuk ke kas daerah akan dikelola dengan prinsip transparansi.
“Dalam kesempatan ini saya juga ingin berterima kasih kepada para pembayar pajak. Mudah-mudahan menjadi pembayar pajak yang aman dan nyaman karena semuanya dikelola secara transparan,” tutupnya.
Ikuti Berita7
