— JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menambah jumlah Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di seluruh wilayah ibu kota. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa pembangunan RPTRA ke depan akan lebih diprioritaskan di kawasan permukiman agar lebih mudah diakses oleh warga.

Saat ini, Jakarta telah memiliki 324 RPTRA. “Untuk RPTRA di Jakarta ini yang terakhir sudah kita bangun kembali 324 RPTRA. Jadi kita terus akan melanjutkan,” ujar Pramono usai acara peringatan Hari Anak Nasional ke-42 tingkat Provinsi DKI Jakarta di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (20/7/2026).

Lebih lanjut, Pramono menjelaskan bahwa konsep pembangunan RPTRA akan mengalami penyesuaian. Pemprov DKI tidak lagi berfokus pada pembangunan RPTRA berukuran besar. Sebaliknya, program ini akan memanfaatkan lahan fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) yang sudah ada di lingkungan warga.

“Seperti yang berulang kali saya sampaikan, untuk RPTRA tidak lagi dengan konsep yang besar-besar, tetapi apa pun, terutama kalau kemudian ada fasos-fasum yang bisa dibuat untuk RPTRA, saya mendorong untuk segera dilakukan itu,” katanya.

Menurut Pramono, penambahan ruang bermain merupakan kebutuhan mendesak bagi Jakarta sebagai kota yang berupaya menjadi ramah anak. Oleh karena itu, Pemprov DKI akan terus berupaya memperbanyak ruang terbuka yang aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat.

“Karena bagi saya Jakarta ingin ruang bermainnya lebih banyak, lebih hijau, lebih nyaman, lebih aman, dan bagi siapa pun bisa memanfaatkan itu,” pungkasnya.