Berita

Pramono Anung dan Jusuf Kalla: Kerja Bakti ‘Jaga Jakarta Bersih’, Hindari Gorong-gorong

Advertisement

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Ketua Umum PMI Pusat Jusuf Kalla (JK) turut serta dalam kegiatan kerja bakti ‘Jaga Jakarta Bersih’ yang digelar di kawasan Cipinang Melayu, Jakarta Timur, pada Minggu (8/2/2026). Pramono menyatakan komitmennya untuk menjadikan kegiatan ini sebagai agenda rutin.

“Sekarang ini secara serentak dilakukan bersih-bersih Jakarta, jumlah yang terlibat secara keseluruhan adalah 171.134 orang di semua wilayah,” ujar Pramono di lokasi kegiatan.

Pramono menjelaskan bahwa kerja bakti ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto. Sebelumnya, Presiden Prabowo meminta jajaran pemerintah pusat dan daerah, BUMN, TNI, dan Polri untuk berperan aktif dalam upaya pembersihan sampah di berbagai wilayah.

Lebih lanjut, Pramono mengajak seluruh warga Jakarta untuk berpartisipasi aktif dalam gerakan ‘Jaga Jakarta Bersih’. Ia menegaskan bahwa kegiatan serupa akan terus diagendakan secara rutin di Ibu Kota. “Bagi Jakarta, kegiatan seperti ini akan dilakukan secara rutin karena kita memang ingin membuat Jakarta lebih nyaman, lebih aman, termasuk ruang terbuka hijau,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pramono sempat melontarkan candaan kepada Jusuf Kalla mengenai peran mereka dalam kerja bakti. “Tadi saya sambil bercanda sama Pak JK ‘Pak JK kita ini dibesarkan dalam teknokrasi. Pasti Pak JK sama saya nggak mau masuk gorong-gorong, tapi yang bekerja adalah pikiran dan otaknya’. Pak JK ketawa,” seloroh Pramono.

Pramono menambahkan bahwa media dan masyarakat mungkin akan terkejut jika dirinya benar-benar nekat turun ke gorong-gorong. “Sekali-sekali Gubernur masuk gorong-gorong, saya mau aja Pak. Tapi nanti wartawan malah kaget kalau saya masuk gorong-gorong,” lanjutnya.

Advertisement

Menanggapi hal tersebut, Jusuf Kalla menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga kebersihan kota. Menurutnya, tanggung jawab kebersihan tidak semata-mata berada di pundak gubernur. “Karena yang kotorin Jakarta kita juga, yang bersihkan harus kita juga,” tegas JK.

JK kemudian menyinggung persoalan banjir yang kerap melanda Jakarta. Ia menyoroti bahwa dampak banjir lebih banyak dirasakan oleh masyarakat kalangan bawah. “Jangan lupa begitu banjir yang kena lebih banyak rakyat kecil. Orang di Menteng, di Kebayoran, di Pondok Indah tidak kena banjir. Yang kena rakyat kecil, jadi kita harus bertanggung jawab untuk itu,” ungkap JK.

Ia mengimbau seluruh warga Jakarta untuk bertanggung jawab atas kebersihan di lingkungan masing-masing, termasuk selokan di depan rumah, kantor, atau ruko. “Artinya, semua selokan di muka rumahnya, apakah kantornya, apa rukonya, harus dia bersihkan. Harus bersih sendiri, kalau tidak, banjir kena dampaknya ke kita sendiri,” jelasnya.

JK juga mengungkit penerapan aturan ketat dan denda di beberapa negara bagi warga yang tidak menjaga kebersihan lingkungan. “Kalau di Singapura di muka rumah ada bintik-bintik saja didenda yang punya rumah. Didenda kalau kita seenaknya buang sampah di depan rumah,” ucap JK.

“Kepada masyarakat kita minta begitu, jadi kita bersama-sama. Pokoknya kalau banjir, jangan marahi Gubernur, marahi diri sendiri. Kenapa rumah saya tidak bersih? Kenapa selokan saya tidak bersih? Kenapa buang sampah di sungai?,” pungkasnya.

Advertisement