Berita

Pramono Anung Akui Perencanaan RDF Rorotan Gagal, Janji Bereskan Masalah Sampah Jakarta

Advertisement

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengakui bahwa proyek Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan menghadapi kendala serius akibat perencanaan yang tidak matang. Ia menyatakan komitmennya untuk menyelesaikan persoalan pengelolaan sampah yang menjadi isu krusial bagi ibu kota.

Perencanaan Gagal dan Uji Operasional

Pramono Anung menyampaikan bahwa RDF Rorotan kini menjadi salah satu isu penting bagi Jakarta karena perencanaan proyek tersebut dinilai tidak terimplementasi dengan baik. “Jujur saja, RDF Rorotan sekarang akan menjadi salah satu isu bagi Jakarta karena mungkin masalahnya adalah perencanaannya tidak terimplementasi dengan baik hingga saat ini,” ujar Pramono dalam acara Indonesia Economic Summit di Jakarta, Selasa (04/02/2026).

Saat ini, RDF Rorotan tengah menjalani tahap uji operasional atau commissioning. Pramono mengungkapkan bahwa kapasitas pengolahan sampah yang sedang diuji masih berpotensi menimbulkan masalah. “Ketika kita melakukan commissioning lebih dari 750 ton per hari, ini akan menjadi masalah. Dan sekarang kami mencoba mempersiapkan hingga 1.000 ton per hari,” jelasnya.

Komitmen Penyelesaian dan Pentingnya Pengelolaan Sampah

Meskipun menghadapi tantangan, Pramono menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen penuh untuk menyelesaikan persoalan RDF Rorotan. Ia menekankan pentingnya pengelolaan sampah yang baik bagi Jakarta, terutama dalam konteks persaingan sebagai kota global.

Advertisement

“Ini tetap harus kita bereskan. Karena bagi Jakarta, pengelolaan sampah dan lingkungan adalah bagian penting dari daya saing kota global,” tegas Pramono.

Latar Belakang Proyek RDF Rorotan dan Keluhan Warga

RDF Rorotan merupakan inisiatif Pemprov DKI Jakarta yang memanfaatkan teknologi untuk mengolah sampah menjadi bahan bakar alternatif. Namun, keberadaan fasilitas ini sempat menuai protes dari warga Rorotan, Jakarta Utara, yang mengeluhkan bau sampah yang ditimbulkan.

Menanggapi keluhan tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta menyatakan akan meningkatkan teknologi pengendalian lingkungan di RDF Rorotan. Kepala DLH DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menjelaskan bahwa pemasangan sejumlah alat penetral bau dilakukan untuk meminimalkan dampak lingkungan, khususnya terkait bau dan emisi udara. “Peningkatan teknologi ini kami lakukan untuk meminimalkan potensi dampak lingkungan, khususnya terkait bau dan emisi udara,” kata Asep, dilansir dari Antara, Minggu (01/02/2026).

Advertisement