Berita7 — Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi membeberkan alasan di balik penunjukan Nanik S. Deyang sebagai Ketua Dewan Pengawas (Dewas) Badan Gizi Nasional (BGN). Penunjukan ini dilakukan setelah Nanik mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan Kepala BGN.
Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa struktur Dewan Pengawas memang sudah menjadi bagian dari desain organisasi BGN sejak awal. “Ya sebenarnya begini, memang di dalam desain keorganisasian di BGN itu ada yang disebut Dewan Pengawas,” ujar Pras di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (22/7/2026).
Presiden Prabowo Subianto, kata Prasetyo, melihat pengalaman Nanik yang dinilai sangat berharga bagi BGN. Sebelum menjabat sebagai Kepala BGN, Nanik pernah menduduki posisi Wakil Kepala BGN dan kemudian ditunjuk sebagai Kepala BGN pada 8 Juni lalu. “Tentu saja dengan pengalamannya Bapak Presiden merasa Ibu Nanik masih bisa untuk memberikan kontribusi yang optimal,” ucap Prasetyo.
Dengan pertimbangan kesehatan yang menjadi alasan pengunduran diri Nanik, Presiden Prabowo meminta agar Nanik tetap berkontribusi dalam mengawasi kinerja BGN. “Tentu dengan peran yang berbeda, oleh karena tadi pertimbangan masalah kesehatan sehingga beliau masih tetap meminta Ibu Nanik untuk ikut bersama-sama mengawal mensukseskan dan terus bersama-sama dengan pimpinan yang baru untuk nanti memperbaiki seluruh pelaksanaan dan tata kelola di Badan Gizi Nasional kita,” jelas Prasetyo.
Prasetyo Hadi juga menanggapi soal keputusan Nanik yang memilih mengundurkan diri ketimbang mengambil cuti. Menurutnya, keputusan tersebut murni berasal dari Nanik sendiri, dan pihak Istana Kepresidenan sangat menghormati pilihan tersebut. “Ya kalau pertanyaannya adalah kenapa harus mundur atau kenapa tidak cuti saja, ini kan kita kembalikan kepada yang bersangkutan ya. Ini kan kita juga tidak bisa memaksakan karena yang mengerti kondisi pribadinya adalah beliau dan kita sangat menghormati sikap dan jiwa besar beliau dengan beliau mengajukan pengunduran diri,” tuturnya.
Atas nama Presiden dan pemerintah, Prasetyo menyampaikan apresiasi atas kontribusi Nanik selama menjabat di BGN, meskipun dalam kurun waktu yang relatif singkat. Ia menyebutkan bahwa Nanik telah berhasil melakukan berbagai terobosan penting. “Tetapi banyak gebrakan-gebrakan yang beliau lakukan bersama dengan pimpinan BGN yang lainnya, Ibu Arumsari dan Pak Trenggono, dalam masa kurang lebih satu bulan ini untuk memperbaiki seluruh kekurangan-kekurangan yang ada di Badan Gizi Nasional kita,” imbuhnya.
Sebelumnya, Nanik S. Deyang memutuskan mundur dari jabatannya sebagai Kepala BGN karena harus menjalani pengobatan jantung di luar negeri. Nanik mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui keputusannya mundur, namun memintanya untuk tetap terlibat dalam pengawasan BGN. “Saya sampaikan ke Presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya, dan karena Presiden prihatin dan kasihan dengan saya, presiden menyetujui, namun saya diminta tetap ikut mengawasi BGN,” tulis Nanik dalam akun Facebook resminya, Rabu (22/7).
Nanik juga menambahkan bahwa Presiden kemungkinan akan membentuk dewan pengawas dan memintanya untuk menjadi ketua. “Kemungkinan presiden akan membentuk dewan pengawas dimana saya disuruh menjadi ketua dewan pengawasnya (kalau mencereweti kayaknya masih bisa yg penting tidak berhubungan dengan pegang uang, sumpah trauma akuttt😁😁😁),” tulisnya.
Ikuti Berita7

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.