— Presiden Prabowo Subianto meminta seluruh kepala daerah dan aparat keamanan memeriksa pelaksanaan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Permintaan itu disampaikan saat peresmian bendungan di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat (10/7/2026).

Prabowo mengatakan program MBG akan terus dijalankan, namun ada oknum yang mencoba memanfaatkan program tersebut untuk keuntungan pribadi. Ia menginstruksikan pemeriksaan menyeluruh terhadap dapur MBG dan membuka jalur pelaporan jika ditemukan penyalahgunaan.

Instruksi Pemeriksaan Dapur MBG

“MBG kita teruskan! Tapi kita mengerti dan kita sadar banyak juga yang nyusup ke tubuhnya MBG untuk jadi maling di situ,” kata Prabowo.

Ia menegaskan gubernur, bupati, camat, dan kepala desa diberi kewenangan untuk memeriksa semua dapur MBG. Jika ditemukan indikasi penyalahgunaan, Prabowo meminta agar laporan segera disampaikan ke pihak berwenang.

“Maka saya minta gubernur, bupati, camat, kepala desa, boleh memeriksa semua dapur MBG,” ujarnya. “Saudara periksa. Laporkan ke Kepala BGN. Kalau perlu lapor ke saya. Gampang. Lapor di TikTok. Langsung aku kirim tim untuk selesaikan. Enggak usah susah-susah.”

Peran Aparat Penegak Hukum

Selain pejabat daerah, Prabowo juga meminta keterlibatan aparat penegak hukum dalam pemeriksaan. Namun ia memperingatkan agar pemeriksaan tidak disalahgunakan sebagai kesempatan untuk memungut biaya atau setoran.

“Dandim, Kapolres, Kapolsek silakan periksa. Periksa yang artinya baik. Jangan manggil-manggil mau ngerjain. Jangan! Saya sudah lama jadi orang Indonesia. Manggil-manggil minta setoran,” katanya.

Pengawasan Publik

Prabowo menilai masyarakat kini lebih aktif mengawasi jalannya program pemerintah, terutama dengan kemudahan akses teknologi. Ia menyatakan keyakinan bahwa perbuatan tak jujur pada akhirnya akan terdeteksi oleh publik.

“Rakyat awasi. Rakyat sekarang tidak bodoh. Rakyat punya gadget. Tapi memang ya, orang mau nyolong ada saja,” ujarnya.