Berita

Polres Bogor Ungkap Strategi Antisipasi Macet Puncak Saat Libur Nataru 2025/2026

Advertisement

Situasi arus lalu lintas di Jalan Raya Puncak, Bogor, Jawa Barat, dilaporkan relatif terkendali selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) kali ini. Tidak terjadi kemacetan panjang yang membuat kendaraan terjebak berjam-jam.

Metode Penghitungan Data Gerbang Tol

Kasat Lantas Polres Bogor AKP Rizky Guntama menjelaskan metode yang digunakan jajarannya dalam mengantisipasi kepadatan. Salah satu kunci utamanya adalah pemanfaatan data penghitungan dari gerbang tol.

“Kalau polanya sekarang, karena memang kita melihat dari counting GT (gerbang tol), di mana ada indikator yang sudah kita hitung,” kata Rizky, Sabtu (3/1/2026).

Ia memaparkan bahwa polisi memiliki indikator spesifik yang menjadi penanda kapan rekayasa lalu lintas sistem satu arah atau one way perlu diberlakukan. Indikator ini, menurutnya, akan menunjukkan warna kuning saat mendekati batas maksimal.

“Bilamana memang sudah memasuki hitungan dalam indikator sudah menandakan warna kuning, kami sudah mempersiapkan untuk melaksanakan rekayasa lalu lintas,” ungkapnya.

Rekayasa Lalu Lintas Lebih Awal

Dengan adanya indikator tersebut, rekayasa lalu lintas dapat diberlakukan sebelum antrean kendaraan menjadi terlalu panjang. Hal ini menjadi perbedaan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Advertisement

“Jadi memang sebelum mereka mengekor lebih panjang, sudah kita laksanakan lebih awal dibanding tahun-tahun sebelumnya. Jadi by data, by jumlah data (perhitungannya),” jelasnya.

Sebagai contoh, jika jumlah kendaraan yang menuju Puncak melalui GT Ciawi mencapai 2.500, persiapan one way akan segera dilakukan. Namun, pengamatan visual juga tetap menjadi pertimbangan.

“Bilamana ekornya masih kosong, mungkin masih bisa kita pending untuk rekayasanya. Tetapi, kalau yang di atas sudah mulai padat, dalam artian mungkin di Pasar Cisarua-nya sudah ekornya panjang, mulai sudah dilaksanakan rekayasa walaupun di bawah, di Gadog, masih terlihat lengang,” bebernya.

Jumlah Kendaraan Selama Operasi Lilin

Selama periode Operasi Lilin 2025, tercatat rata-rata 50 ribu kendaraan melintas di kawasan Puncak setiap harinya. Angka ini merupakan akumulasi dari kendaraan yang naik dan turun.

“Kurang lebih di 50 ribu untuk total naik-turun, kurang lebih di 50 ribu kendaraan yang naik-turun untuk roda empat ke atas,” pungkasnya.

Advertisement