— Jakarta – Polisi menangkap pria berinisial MY (34) kurang dari 24 jam setelah mengirim ancaman bom ke SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Pelaku diamankan di kediamannya yang tak jauh dari lokasi sekolah tersebut.

Keterangan polisi, penangkapan berlangsung pada siang hari dan barang bukti ponsel yang diduga digunakan untuk mengirim pesan teror turut diamankan.

Dari video yang beredar, terlihat Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin dan Kasat Reskrim Polres Metro Jaksel AKBP Mohammad Iskandarsyah mendatangi rumah MY.

Tampak keduanya menginterogasi pelaku. Kemudian pelaku menunjukkan ponsel miliknya yang menjadi barang bukti dalam kasus tersebut.

Pelaku kemudian menunjukkan isi pesan WhatsApp teror tersebut kepada polisi. Adapun, isi ancaman teror tersebut adalah sebagai berikut.

“SELAMAT PAGI DAN SALAM SEJAHTERA, DIHARAAP BERSIAP SIAP DENGAN HITUNGAN MENIT TEMPAT SEKOLAHAN SDN 15 PAGI INI AKAN MELEDAK DAN KAMI SUDAH MENYIAPKAN 11 TITIK…!!!,”

Kanit Krimum Satreskrim Polres Metro Jaksel Ipda Alpino De Tech mengatakan MY ditangkap kurang dari 24 jam, tepatnya pada pukul 12.20 WIB siang tadi di Gang Kidan, Kampung Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jaksel. MY ditangkap tak jauh dari SDN Srengseng Sawah 15 Pagi.

“Terduga pelaku kami amankan pukul 12.20 WIB di Gang Kidan, Kampung Srengseng Sawah, Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Betul (ditangkap di kediamannya) tidak jauh dari sekolah, di kediamannya,” ujar Ipda Alpino kepada wartawan di Mapolres Metro Jaksel, Senin (13/7/2026).

Dia mengatakan saat ini pelaku masih dalam pemeriksaan di Mapolres Metro Jakarta Selatan.

Pelaku masih berstatus sebagai saksi.

“Saat ini masih kami lakukan pemeriksaan, kami lakukan berita acara pemeriksaan (BAP) kepada terduga pelaku. Sampai saat ini masih saksi, nanti kami akan sampaikan pada kesempatan berikutnya,” ucapnya.

Polisi mengungkap motif pelaku mengirimkan ancaman bom ke SDN Srengseng Sawah 15 Pagi Jagakarsa, Jaksel. Pelaku berdalih iseng.

“Untuk motif dari pelaku sementara hasil dari permintaan keterangan yang bersangkutan, yang bersangkutan hanya sifatnya iseng saja,” kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imannudin kepada wartawan, Senin (13/6).

Namun pihak kepolisian masih mendalami keterangan pelaku. Polisi bersama Densus 88 Antiteror masih melakukan pendalaman, termasuk soal background pelaku.

“Sedang kami dalami terus dari penyidik terus berkoordinasi dengan Densus 88 Antiteror,” ujarnya.