— Polisi mengungkap bahwa seorang siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang, Sumatera Barat, membawa empat bom rakitan ke lingkungan sekolah. Dari empat perangkat tersebut, hanya satu yang meledak dengan daya rendah.

“Berdasarkan hasil koordinasi dengan Brimob, polisi menemukan satu bom rakitan yang telah meledak dan tiga bom rakitan lainnya yang belum sempat diledakkan. Jadi satu yang sudah meledak di MAN 3, dan ada tiga lagi yang belum meledak,” kata Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Susmelawati Rosya.

Polisi menyatakan telah memeriksa tujuh orang saksi terkait kejadian ini. Para saksi meliputi sejumlah guru, petugas keamanan sekolah, pelaku, serta pihak lain yang mengetahui peristiwa tersebut.

Dalam penanganan kasus, aparat juga memberi perhatian pada kondisi psikologis siswa yang terlibat. R diduga mengalami tekanan mental terkait dugaan perundungan yang menimpa dirinya.

“Fokus kita saat ini melakukan rehabilitasi terhadap anak tersebut dan memberikan pendampingan. Walaupun dia pelaku, dia juga syok dengan kejadian ini. Dia juga korban karena tertekan secara psikologis akibat dugaan bullying,” ujar Kombes Susmelawati Rosya.

Polisi bersama pemerintah daerah dan instansi terkait terus berkoordinasi untuk memastikan masa depan anak tersebut tetap mendapat perhatian. Proses hukum atas kasus ini masih berlangsung di Polresta Padang.