Kepolisian Sektor Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, tengah mendalami dugaan tindakan asusila yang dilakukan oleh sepasang kekasih di dalam taksi online yang beroperasi di kawasan Cipulir. Pihak kepolisian berencana memanggil sopir taksi online tersebut untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Identifikasi Pelaku dan Sopir
Kapolsek Kebayoran Lama Kompol Muhammad Kukuh Islami menyatakan bahwa pihaknya akan segera melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi kedua terduga pelaku. Langkah awal yang akan diambil adalah mencari sopir taksi online yang mengangkut pasangan tersebut.
“Kami nanti lakukan penyelidikan terlebih dahulu, terutama kami nanti akan cari tahu siapa sopir mobil ini,” ujar Kompol Kukuh Islami, Jumat (13/2/2026), seperti dikutip dari Antara.
Kompol Kukuh menambahkan bahwa keterangan dari sopir sangat krusial untuk mengungkap identitas pasangan yang diduga melakukan tindakan mesum tersebut. “Saya minta Kanit Reskrim untuk mencari tahu siapa sopir mobil tersebut untuk mencari tahu identitas anak muda-mudi ini,” tegasnya.
Kesaksian Sopir Taksi Online
Sebelumnya, video yang merekam dugaan tindakan asusila tersebut telah beredar luas di media sosial. Sopir taksi online yang enggan disebutkan namanya, namun berinisial AR, menceritakan kronologi kejadian yang bermula saat ia menerima pesanan dari Jakarta Pusat menuju Jakarta Selatan.
AR mengaku mulai curiga ketika penumpang wanita terus-menerus terlihat tiduran dengan kepala di pangkuan penumpang pria selama perjalanan. Kecurigaan itu semakin kuat ketika AR mencoba menggeser spion tengah mobilnya dan melihat langsung dugaan tindakan asusila yang dilakukan kedua penumpangnya.
“Saya mulai nundukin spion tengah, saya nundukin spion tengah. Baru mulai saya tegur,” ungkap AR kepada wartawan, Kamis (12/2).
Menurut AR, teguran awal yang dilontarkannya tidak langsung dihiraukan oleh kedua penumpangnya. Mereka tetap dalam posisi yang sama. Namun, setelah AR menegur dengan nada yang lebih tegas, penumpang wanita akhirnya beranjak bangun.
AR kemudian melihat kondisi pakaian kedua penumpangnya berantakan. “Saya ngeliat si cewek ini bajunya berantakan. Si laki-laki celananya juga nggak beres,” tuturnya.
Alasan Unggah Video
AR menjelaskan bahwa ia tidak langsung meminta kedua penumpangnya turun dari taksi online karena khawatir akan berdampak pada performa akunnya. Ia juga mengungkapkan alasan di balik keputusannya mengunggah video dugaan tindakan asusila tersebut ke media sosial.
“Iya betul (ingin edukasi penumpang),” pungkasnya, menyatakan bahwa tujuannya adalah untuk memberikan edukasi kepada para penumpang taksi online agar senantiasa menjaga kesopanan selama perjalanan.






