Berita

Polisi Periksa Keluarga Lula Lahfah, Dalami Alasan Penolakan Autopsi Jenazah

Advertisement

Pihak kepolisian masih terus mendalami kasus kematian selebgram Lula Lahfah yang ditemukan di apartemen kawasan Jakarta Selatan. Rencananya, penyidik akan segera memeriksa keluarga almarhumah untuk menggali lebih dalam alasan penolakan autopsi.

Pemeriksaan Keluarga dan Alasan Penolakan Autopsi

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyatakan, “Rencana tindak lanjut proses pemeriksaan keluarga dari almarhum.” Ia belum merinci kapan pemeriksaan tersebut akan digelar. Namun, fokus utama pemeriksaan adalah mendalami alasan keluarga menolak dilakukannya autopsi terhadap jasad Lula.

“Karena ada pertanyaan kenapa pihak keluarga tidak berkenan untuk dilakukan autopsi. Ini kami sampaikan bahwa hasil keterangan dari dokter yang kemarin sempat diminta keterangan oleh penyidik Polres Metro Jakarta Selatan, pertama tidak adanya tanda-tanda kekerasan, tidak adanya tanda-tanda penganiayaan. Sehingga pihak keluarga memutuskan menerima dan tidak ingin dilakukan bedah mayat atau lebih kita kenal dengan autopsi,” jelas Budi Hermanto.

10 Saksi Telah Diperiksa

Hingga kini, total 10 saksi telah dimintai keterangan oleh penyidik. Saksi-saksi tersebut meliputi asisten rumah tangga (ART), sopir, teknisi apartemen, hingga kekasih Lula, Reza Arap. Selain itu, polisi juga telah meminta keterangan dari pihak dokter RS Fatmawati yang melakukan pemeriksaan visum luar, dokter R yang mengeluarkan surat keterangan kematian, serta pihak RS Pondok Indah terkait riwayat medis almarhumah.

Advertisement

Temuan Awal dan Proses Penyelidikan

Lula Lahfah ditemukan meninggal di kamar apartemennya pada Jumat, 23 Januari 2026 malam, dalam posisi telentang di kasur. Polisi memastikan tidak ada tanda kekerasan pada tubuh Lula. Polres Metro Jakarta Selatan sebelumnya menemukan obat-obatan dan surat rawat jalan di apartemen Lula di Jalan Dharmawangsa, Cipete Utara, Kebayoran Baru.

Budi Hermanto menambahkan bahwa proses penyelidikan masih berjalan. Polisi masih menunggu hasil uji laboratorium dari berbagai bukti yang ditemukan untuk menentukan arah penyelidikan lebih lanjut. “Secara umum keterangan dokter yang memeriksa luar jenazah tidak ada tanda kekerasan atau penganiayaan. Nanti setelah hasil uji laboratorium terhadap barang bukti dan lain-lain akan kami sampaikan ke publik,” ujar Budi.

Advertisement