— Polda Sumatera Selatan meresmikan Kafe Buruh Presisi sebagai ruang dialog ketenagakerjaan yang dipadukan dengan Posko Industrial Ketenagakerjaan. Fasilitas itu beroperasi di Jalan Jenderal A. Yani, Kelurahan 9/10 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Kota Palembang.

Wakapolda Sumsel Brigjen Pol. Rony Samtana menyatakan kafe tersebut difungsikan sebagai “rumah bersama” bagi pekerja dan pemangku kepentingan sektor ketenagakerjaan di wilayah tersebut.

Tujuan dan Fungsi Fasilitas

Menurut Rony, Kafe Buruh Presisi hadir sebagai tempat silaturahmi, ruang dialog, dan wadah mencari solusi atas persoalan ketenagakerjaan. “Tempat ini adalah milik bersama yang harus dimanfaatkan untuk membangun komunikasi yang baik sehingga hubungan industrial tetap harmonis dan situasi kamtibmas tetap kondusif,” ujarnya.

Dia menambahkan bahwa Polri tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga keamanan dan mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk serikat pekerja, menjadi mitra strategis dalam menjaga stabilitas Sumatera Selatan.

Transformasi Pelayanan dan Keterlibatan Publik

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya menyebut Kafe Buruh Presisi sebagai bentuk nyata transformasi pelayanan Polri yang semakin dekat dengan masyarakat. “Kafe Buruh Presisi bukan sekadar tempat berkumpul, tetapi menjadi simbol kehadiran negara melalui Polri dalam mendengar, memfasilitasi, dan mencari solusi atas persoalan ketenagakerjaan,” kata Nandang.

Ia berharap fasilitas ini memperkuat sinergi antara pekerja, pengusaha, pemerintah, dan kepolisian untuk menjaga hubungan industrial yang sehat dan stabilitas ekonomi di Sumatera Selatan.

Kegiatan Peresmian dan Peserta Dialog

Peresmian berlangsung dengan dialog yang dipimpin Wakapolda dan melibatkan perwakilan dari sepuluh organisasi serikat pekerja dan serikat buruh se-Sumatera Selatan. Sebanyak 50 perwakilan mengikuti sesi terbuka untuk menyampaikan aspirasi dan memperkuat kemitraan antara Polri dan kalangan pekerja.

Dalam dialog tersebut, perwakilan serikat buruh menyampaikan apresiasi atas inisiatif Polda Sumsel yang dinilai menghadirkan paradigma baru hubungan antara kepolisian dan pekerja. Mereka menyebut kafe sebagai ruang komunikasi yang lebih nyaman, terbuka, dan setara.

Fasilitas dan Layanan

Kafe Buruh Presisi dirancang sebagai ruang komunikasi yang humanis dan mudah diakses. Selain area diskusi informal, fasilitas itu dilengkapi Posko Industrial Ketenagakerjaan yang diisi personel dari fungsi Intelkam, Ditreskrimsus, serta Desk Ketenagakerjaan Polda Sumsel.

Posko tersebut memiliki fungsi pendampingan, menerima informasi, memfasilitasi penyelesaian persoalan hubungan industrial, serta memperkuat deteksi dini terhadap potensi konflik ketenagakerjaan. Di kawasan yang sama juga disediakan ruang bagi pelaku UMKM sebagai dukungan pemberdayaan ekonomi keluarga pekerja.

Implementasi Program Presisi

Keberadaan Kafe Buruh Presisi merupakan bagian dari implementasi Program Presisi Polri dan mendukung agenda pemerintah dalam membangun hubungan industrial yang harmonis, meningkatkan perlindungan pekerja, serta menjaga iklim investasi dan stabilitas ekonomi.

Polda Sumatera Selatan menyatakan komitmen untuk mengoperasikan fasilitas ini secara berkelanjutan sebagai pusat komunikasi, konsultasi, dan kolaborasi bidang ketenagakerjaan, serta mendorong pengembangan model serupa di jajaran Polres.