Jakarta – Kepolisian Daerah Metro Jaya terus mendalami kasus teror yang dialami oleh kreator konten Ramon Dony Adam, yang dikenal sebagai DJ Donny. Hingga kini, sebanyak 12 saksi telah dimintai keterangan terkait peristiwa tersebut.
“Kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap 12 orang saksi yang mengetahui, mendengar, atau mengalami terhadap peristiwa tersebut,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin kepada wartawan di kantornya, Senin (13/1/2026).
Iman belum merinci identitas 12 saksi yang telah diperiksa. Pihaknya juga tengah mendalami dokumen dan petunjuk lain yang relevan untuk melengkapi alat bukti dalam konstruksi perkara.
“Kemudian terhadap dokumen-dokumen yang lain atau petunjuk-petunjuk yang lain juga kami terus lakukan pengumpulan alat bukti untuk melengkapi, sehingga konstruksi perbuatan hukumnya menjadi utuh,” jelasnya.
Polda Metro Jaya juga memastikan akan menangani laporan serupa dari influencer lain yang juga mengaku menerima teror. “Begitu pun juga dengan laporan polisi lain yang dialami oleh para influencer dan sudah melakukan pelaporan terhadap Polda Metro Jaya. Kami terus akan melakukan pendalaman, pengumpulan alat bukti dengan upaya maksimal sehingga bisa lebih terang permasalahannya,” imbuh Iman.
Kronologi Teror yang Dialami DJ Donny
Sebelumnya, DJ Donny melaporkan serangkaian aksi teror yang dialaminya ke Polda Metro Jaya. Ia mengaku rumahnya dilempari bom molotov hingga dikirimi bangkai ayam.
“Dikirim bangkai ayam ke rumah saya. Kalau hal tersebut sih saya nggak ada masalah. Lalu, semalam saya pulang, saya tidur, jam 03.00 WIB di CCTV terekam orang lempar molotov ke rumah saya,” kata DJ Donny di Polda Metro Jaya, Rabu (31/12/2025).
DJ Donny menceritakan bahwa bangkai ayam tersebut dikirim dalam sebuah paket yang disertai ancaman tertulis. “Saya buka, isinya rupanya bangkai ayam. Ayam dipotong kepalanya dan ada tulisan ancaman, ‘kalau kamu masih berbicara, masih apa, jaga ucapanmu di social media, kalau masih, masih bla-bla-bla. .., kamu akan seperti ayam ini.’ Terus ada foto saya, terus di leher saya kayak diiris gitu, dipotong,” ungkapnya.
Aksi pelemparan bom molotov terekam kamera CCTV di rumah DJ Donny dan diunggah di media sosialnya. Rekaman tersebut menunjukkan dua pria berjaket hujan melemparkan benda yang diduga bom molotov ke arah rumahnya.
DJ Donny menambahkan bahwa teror serupa juga dialami oleh rekan-rekannya sesama influencer. Ia menyatakan kekhawatirannya terhadap keamanan keluarganya dan lingkungan sekitar akibat rangkaian teror tersebut.
“Karena kalau hal ini, menurut saya, tindakan ini sudah bukan hanya merugikan diri saya, tapi juga mengancam keamanan keluarga. Bukan hanya keluarga, tapi orang sekitar,” tegasnya.
Laporan DJ Donny telah teregistrasi dengan nomor LP/B/9545/XII/2025/SPKT POLDA METRO JAYA. Ia melaporkan kasus ini dengan dugaan pelanggaran Pasal 187 KUHP dan/atau Pasal 335 KUHP dan/atau Pasal 356 KUHP.





