— Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen menegaskan kembali penolakan tegas terhadap upaya Amerika Serikat menguasai Greenland. Frederiksen menyatakan bahwa pulau otonom itu “tidak pernah dan tidak akan pernah dijual” serta siap mempertahankan setiap jengkal wilayah kedaulatan Denmark.

Pernyataan itu disampaikan pada hari kedua KTT NATO di Ankara, Turki, saat Frederiksen menjawab pertanyaan wartawan terkait rencana Presiden AS Donald Trump untuk mengambil alih Greenland.

Frederiksen meminta semua pihak, termasuk sekutu, menghormati hak menentukan nasib sendiri bagi rakyat Greenland. “Kami adalah negara berdaulat, dan kami menuntut semua orang menghormati integritas wilayah serta kedaulatan kami,” ujarnya.

Saat ditanya apakah Denmark siap menggunakan kekuatan militer untuk mempertahankan Greenland jika terjadi serangan, Frederiksen menjawab lugas. “Kami siap mempertahankan setiap jengkal wilayah NATO, termasuk wilayah kami sendiri. Salah satu alasan kita mendirikan NATO puluhan tahun lalu adalah agar kita saling membela jika terjadi sesuatu pada salah satu anggota,” tegasnya.

Ancaman Penarikan Pasukan AS

Sebelumnya, dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Presiden AS Donald Trump menyatakan keinginan agar Greenland berada di bawah kendali Amerika Serikat. Trump juga menyatakan frustrasi terhadap penolakan Eropa dan mengancam akan menarik seluruh pasukan AS dari Eropa.

“Greenland seharusnya dikendalikan oleh Amerika Serikat, bukan Denmark,” kata Trump. Ia menambahkan, “Ketika mereka tidak mau bekerja sama, padahal kita menghabiskan begitu banyak uang untuk membantu mereka menghadapi Rusia, kita sebenarnya tidak perlu mengeluarkan uang sama sekali.”

Trump melanjutkan ancamannya: “Kita bisa saja menarik semua tentara kita keluar dari Eropa. Karena seperti yang mungkin Anda sadari, Eropa sudah sangat berbeda dibandingkan 20 tahun lalu.”

Respons Sekjen NATO

Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte memberi pernyataan terkait isu Arktik dan kekhawatiran soal pengaruh negara lain di wilayah itu. Rutte menilai urgensi untuk mencegah China dan Rusia menguasai jalur Arktik, serta menyebutkan adanya proses diskusi kelompok kerja terkait Denmark dan Greenland yang sedang berjalan.

“Sangat krusial bagi kita sebagai aliansi untuk memastikan hal itu tidak terjadi. Terkait Denmark dan Greenland sendiri, saat ini kita sudah memiliki proses diskusi kelompok kerja yang berjalan dengan baik,” kata Rutte.

Signifikansi Greenland

Greenland merupakan pulau terbesar di dunia yang terletak antara Samudra Atlantik Utara dan Arktik. Secara politik, wilayah ini adalah otonomi di bawah kedaulatan Kerajaan Denmark sejak abad ke-18.

Kepentingan AS terhadap Greenland bukan hal baru. Dalam catatan sejarah, Presiden Harry Truman pernah menawarkan pembelian Greenland pada 1946 seharga US$100 juta, yang kemudian ditolak. Dalam era modern, mencairnya es di Arktik membuka jalur pelayaran baru dan akses terhadap sumber daya alam seperti minyak, gas, dan logam tanah jarang, sehingga wilayah ini menjadi semakin strategis.