Berita

Plt Bupati Pati Ungkap Aktivitas Sudewo Sebelum Terjaring OTT KPK Terkait Jual Beli Jabatan

Advertisement

Wakil Bupati Pati yang kini menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, membeberkan aktivitas Bupati Pati nonaktif, Sudewo, sebelum terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sudewo ditangkap terkait dugaan kasus jual beli jabatan.

Kunjungan Terakhir Sudewo

Chandra mengungkapkan bahwa aktivitas terakhir yang dilakukannya bersama Sudewo adalah kunjungan ke lokasi bencana di Desa Dukuhseti. Kunjungan tersebut dimulai dari Pendopo Kabupaten Pati pada Minggu (18/1/2026) pukul 14.00 WIB dan berakhir di Balai Desa Dukuhseti pada pukul 17.00 WIB sore.

“Terakhir itu kami masih melaksanakan kunjungan bencana di Desa Dukuhseti itu kami start dari Pendopo Kabupaten Pati jam 14.00 WIB dan terakhir jam 17.00 WIB sore dari Balai Desa Dukuhseti, Minggu (18/1),” ujar Chandra, dilansir detikJateng, Rabu (21/1/2026).

Kabar Penangkapan Sudewo

Chandra mengaku baru mengetahui kabar penangkapan Sudewo oleh KPK pada Senin (19/1/2026) pagi. Ia mengaku tidak mengetahui adanya operasi tersebut saat berada di kantornya.

“Saya mendengar itu pada jam 08.00 WIB, 09.00 pagi, saya berada di kantor saya nggak tahu kalau ada hal seperti itu, saya baru nyampe kantor jam 07.45 WIB,” jelas Chandra.

Advertisement

Ia mengetahui penangkapan tersebut setelah melihat pemberitaan di media massa.

“Dan saya melihat di media sosial itu ternyata terkait dengan bapak Bupati Pati kita. Saya tahu setelah ada di berita,” lanjut Chandra.

Permintaan Transparansi Seleksi Jabatan

Terkait kasus jual beli jabatan perangkat desa yang menjerat Sudewo, Chandra menekankan pentingnya proses seleksi yang transparan dan jujur.

“Saya meminta agar seleksinya dilakukan secara transparan dan sejujur-jujurnya,” tegas Chandra.

Advertisement