Berita7 — Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyelenggarakan Ijtima Ulama Indonesia dalam rangka peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-28. Salah satu agenda utama yang dibahas adalah mengenai tren penurunan jumlah santri di pondok pesantren.
Plt Ketua Dewan Syuro PKB, Manarul Hidayah, membuka acara tersebut di Hotel Fairmont, Jakarta, pada Kamis (23/7/2026). Dalam sambutannya, Manarul Hidayah menyatakan bahwa salah satu penyebab kegaduhan di Indonesia adalah kurangnya optimalisasi dalam urusan ketuhanan.
“Empat sila yang di bawah ini, akan terlaksana dengan baik apabila Ketuhanan Yang Maha Esa-nya diamalkan. Salah satu penyebab gonjang-ganjing di negara yang kita cintai ini, karena ketuhanannya kurang dimaksimalkan dengan sebaik-baiknya,” ujar Manarul Hidayah.
Selanjutnya, ia menyinggung fenomena menurunnya jumlah santri di pondok pesantren. Menurutnya, PKB hadir untuk membahas persoalan ini secara mendalam.
“Kita baca sekarang di medsos, berapa penurunan jumlah santri-santri di pondok pesantren? Dulu santri menolak, sekarang santri turun sekian puluh persen. Di sini kehadiran PKB, karena PKB adalah anak kandung Nahdlatul Ulama,” jelasnya.
Mewakili Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, Manarul Hidayah secara resmi membuka acara Ijtima Ulama. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para ulama yang telah meluangkan waktu untuk hadir.
“Karena kita punya tanggung jawab walaupun kesibukan sehari-hari sangat luar biasa, tapi karena cinta kepada ulama, cinta kepada bangsa, terutama cinta kepada Partai Kebangkitan Bangsa, hari ini kita bisa hadir,” tutupnya.
Ikuti Berita7

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.