Berita

Pisau 24 Cm Terungkap Jadi Senjata Pembunuhan Anak Politikus PKS Cilegon

Advertisement

Polisi berhasil menyita dua bilah pisau dari tangan tersangka kasus pembunuhan terhadap A (9), anak dari seorang politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Cilegon. Pisau berukuran sekitar 24 cm ini menjadi alat bukti utama penetapan HA (31), warga Palembang, Sumatera Selatan, sebagai tersangka.

Pisau Berlumuran Darah Korban

Salah satu dari dua pisau yang disita tersebut diduga kuat digunakan pelaku untuk menghabisi nyawa korban. Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri mengonfirmasi penemuan bercak darah pada salah satu pisau yang identik dengan darah korban.

“Barang bukti yang kami terima satu bilah pisau dengan gagang kayu ukuran sekitar 24 cm di dalam kertas pembungkus. Ada 2 bilah pisau yang satu masih dalam bungkusnya dan satu tidak ada bungkusnya. Ukuran sama dan merek yang sama dan satu buah masker warna hitam,” ujar perwakilan Puslabfor Mabes Polri, Kompol Irfan Rofik, pada Senin (5/1/2026).

Barang bukti tersebut diserahkan oleh Polres Cilegon kepada Puslabfor untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Hasil analisis laboratorium forensik menunjukkan kecocokan profil darah pada pisau dengan darah korban.

“Bahwa darah yang ada di pisau itu cocok dengan profil dan yang pada anak A umur 9 tahun,” jelas Irfan.

Advertisement

Proses Investigasi di Tempat Kejadian Perkara

Tim Puslabfor segera bergerak memeriksa tempat kejadian perkara (TKP) sesaat setelah peristiwa pembunuhan tersebut dilaporkan. Petugas mengambil sampel darah korban dan orang tuanya di TKP untuk keperluan pembandingan.

“Pada 21 Desember 2025 kami mendatangi TKP dan kami mengambil sampel pembanding darah korban di TKP dan darah orang tua korban,” ungkap Irfan.

Proses pencocokan sampel darah dilakukan dengan membandingkan darah yang ditemukan pada pisau pelaku dengan sampel darah korban yang diambil dari TKP. Hasilnya, ditemukan kesamaan profil genetik antara keduanya.

“Dari sampel di TKP itulah yang milik korban ini kami bandingkan dengan darah yang di bercak pisau pelaku,” pungkasnya.

Advertisement