Peresmian Operasional SKPT Diwarnai Ekspor Gurita ke Jepang

by -
Peresmian Operasional SKPT Diwarnai Ekspor Gurita ke Jepang
Menteri Susi bersama Bupati Natuna Hamid Rizal saat peresmian SKPT. (Foto: Soleh)
berita7.co.id, NATUNA – Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti meresmikan operasional Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Selat Lampa, Senin (7/10).

Pada kesempatan itu Menteri Susi didampingi Bupati Natuna Hamid Rizal melepas ekspor perdana 15 ton Gurita tujuan Jepang.

Tidak hanya itu, Menteri Kelautan dan Perikanan yang didaulat akan berakhir masa jabatannya pada 20 Oktober 2019 itu juga melaksanakan penenggelaman kapal ikan asing sebanyak tujuh kapal dan disaksikan Kejaksaan Negeri Natuna bersama seluruh aparat penegak hukum di Natuna.

“Ekspor perdana Gurita ke Jepang sebanyak 15 ton ini senilai Rp 1,1 milyar,” ujar Menteri Susi kepasa seluruh pejabat teras KKP dan tamu undangan.

Recanananya sambung Menteri Susi, Perindo akan mengekspor Gurita ini langsung ke Jepang, tetapi sayangnya kegiatan ekspor harus terlebih dahulu lewat Jakarta.

“Seharusnya kalau dari Natuna langsung ke Jepang lebih cepat. Tetapi untuk tahap awal tidak apa-apalah, memang regulasi saat ini harus lewat Jakarta,” terang Menteri Susi.

Bupati Natuna, Abdul Hamid Rizal dalam kesempatan itu, mengatakan dengan beroperasinya pelabuhan SKPT Selat Lampa ini, kesejahteraan masyarakat Natuna semakin meningkat dari sebelumnya.

“Saya berharap dengan diresmikan SKPT ini ada peningkatan perekonomian, terutama bagi masyarakat nelayan. Sebab penjualan hasil tangkapan menjadi lebih tinggi,” paparnya.

Hamid menambahkan, sebelum berdirinya SKPT Selat Lampa, hasil penangkapan nelayan Natuna hanya 3 persen. Untuk itu, ia berharap SKPT ini bisa lebih meningkatkan perekonomian masyarakat nelayan.

“Dulu hasil dari nelayan kami hanya tiga setengah persen pertahun, saat ini sudah ada peningkatan dan bisa dirasakan oleh masyarakat. Saya berharap sektor ini bisa lebih meningkatkan perekonomian masyarakat nelayan,” harap Hamid. (Soleh)