JAKARTA, 30 Januari 2026 – Jumlah pengungsi di wilayah terdampak bencana di tiga provinsi Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar), terus menunjukkan tren penurunan. Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Amran, menyatakan bahwa berkurangnya jumlah pengungsi ini seiring dengan penyaluran berbagai bantuan, termasuk Dana Tunggu Hunian (DTH) dan selesainya pembangunan hunian sementara (huntara).
Penurunan Angka Pengungsi
Penurunan jumlah pengungsi bervariasi di setiap provinsi. Di Sumatera Barat, data per 27 Januari 2026 mencatat 9.040 pengungsi, turun dari 10.854 orang pada 24 Januari 2026. Sementara itu, di Provinsi Aceh, jumlah pengungsi per 27 Januari 2026 adalah 91.663 orang, sedikit berkurang dari 91.703 orang pada 24 Januari 2026. Di Sumatera Utara, angka pengungsi per 27 Januari 2026 tercatat 11.085 orang, menurun dari 11.300 orang pada 25 Januari 2026.
“Sekarang ini untuk pengungsi ini ada penurunan dari beberapa waktu ke waktu terus berkurang. Dan kami harapkan semua pengungsi nanti tidak berada lagi di dalam pengungsian,” ujar Amran dalam keterangan tertulisnya, Kamis (29/1/2026).
Progres Pembangunan Huntara dan Penyaluran DTH
Amran merinci progres pembangunan huntara, fasilitas bagi pengungsi yang rumahnya rusak berat atau hilang. Di Aceh, sebanyak 3.248 unit huntara telah selesai dibangun. Selain itu, 2.559 kepala keluarga (KK) telah menerima bantuan DTH dari total 9.766 KK yang menjadi target penerima. Di Sumatera Utara, 557 unit huntara telah selesai dibangun, dan 1.688 KK telah menerima DTH dari total 6.550 KK. Untuk Sumatera Barat, 476 unit huntara telah selesai dibangun, dengan 1.685 KK telah menerima DTH dari total 2.004 KK.
Kondisi Fasilitas Kesehatan dan Infrastruktur
Terkait fasilitas kesehatan, total 280 unit terdampak bencana di ketiga provinsi, meliputi 141 unit di Aceh, 67 unit di Sumut, dan 72 unit di Sumbar. Mayoritas fasilitas kesehatan tersebut dilaporkan masih memberikan layanan, dengan hanya dua puskesmas di Aceh yang pelayanannya dialihkan sementara ke luar gedung.
Infrastruktur jalan dan jembatan nasional di ketiga provinsi dilaporkan telah berfungsi 100 persen. Untuk jalan dan jembatan daerah, progres penyelesaian bervariasi. Di Aceh, jalan daerah sudah berfungsi sebesar 90,68 persen.






