Berita

Pemprov DKI Perpanjang Operasi Modifikasi Cuaca Atasi Banjir Jakarta

Advertisement

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berupaya memitigasi banjir yang kerap melanda ibu kota saat musim penghujan. Salah satu strategi yang dioptimalkan adalah operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk menekan intensitas hujan.

Operasi Modifikasi Cuaca Diperpanjang

Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Sosial, Chico Hakim, menyatakan bahwa pelaksanaan OMC diperpanjang hingga 27 Januari 2026. Kerja sama ini melibatkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU).

“Operasi modifikasi cuaca (OMC) kami memperpanjang pelaksanaan OMC hingga 27 Januari 2026, bekerja sama dengan BMKG dan TNI AU. Operasi ini dilakukan secara intensif (bahkan hingga 3 kali sehari di beberapa periode) untuk menekan potensi hujan ekstrem dan mengurangi volume curah hujan yang bisa memicu banjir,” kata Chico Hakim saat dihubungi, Minggu (26/1/2026).

Optimalisasi Pompa dan Normalisasi Sungai

Selain OMC, Pemprov DKI juga mengoptimalkan ratusan pompa air dan infrastruktur pengendali banjir di berbagai titik rawan. Fasilitas ini akan beroperasi selama 24 jam non-stop untuk mengalirkan genangan air.

Upaya normalisasi sungai dan waduk juga terus digenjot. “Saat ini kami genjot normalisasi sekitar 185 sungai dan 15 waduk, dengan target penyelesaian sebagian besar pada Maret 2026. Khususnya, normalisasi tiga sungai utama: Sungai Ciliwung, Kali Krukut, dan Cakung Lama, termasuk pengerukan lumpur, pelebaran, dan pengembalian fungsi aliran agar kapasitas tampung air meningkat,” jelas Chico.

Advertisement

Penguatan SOP dan Sistem Pemantauan

Prosedur Operasi Standar (SOP) penanganan banjir terus diperkuat dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Pemprov DKI juga mengerahkan alat berat untuk pengerukan drainase, optimalisasi pintu air (flood gate), serta pemasangan trash screen.

Pemantauan kondisi banjir dilakukan secara real-time melalui sistem ‘Pantau Banjir’. Di samping itu, kebijakan work from home (WFH) dan school from home (SFH) diterapkan sebagai respons terhadap cuaca ekstrem.

Ajakan Mitigasi dan Solusi Jangka Panjang

Chico Hakim mengajak masyarakat untuk turut serta dalam upaya mitigasi banjir. Ia menekankan pentingnya kombinasi antara respons cepat dan solusi struktural jangka panjang.

“Penanganan banjir memang memerlukan kombinasi respons cepat (seperti pompa dan OMC) serta solusi struktural jangka panjang (normalisasi infrastruktur). Gubernur Pramono Anung dan seluruh tim terus memantau dan mengevaluasi secara langsung di lapangan untuk memastikan langkah-langkah ini efektif,” tuturnya.

Advertisement