Seorang pengendara motor yang terekam marah-marah setelah ditegur karena berkendara melawan arah di Jalan Adhyaksa, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, akhirnya muncul ke publik. Pria tersebut menyampaikan permintaan maaf atas tindakannya yang viral di media sosial.
Permintaan Maaf Pelaku
Melalui sebuah video yang diunggah di akun media sosialnya, pengendara tersebut mengakui kesalahannya. “Saya adalah pelaku yang melakukan lawan arah di Lebak Bulus kemarin. Di video ini saya mau meminta maaf sebesar-besarnya kepada pihak kepolisian Polda Metro Jaya, yang kemarin ada di IG (Instagram) TMC Polda, atas perilaku saya melawan arah,” katanya, Selasa (20/1/2026).
Ia menyesali perbuatannya yang tidak hanya membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lain, tetapi juga berujung pada kemarahannya saat ditegur petugas. Ia berharap masyarakat tidak meniru perilakunya.
“Saya mengakui saya salah. Mohon untuk setiap orang yang menonton video saya, jangan ditiru. Tidak patut untuk ditiru, apalagi sampai marah-marah, dan setidaknya kita harus mematuhi peraturan-peraturan yang ada, agar kita semua selamat di jalanan,” ujarnya.
Mundur dari Pekerjaan
Dalam video terpisah, pria tersebut juga menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh instansi Polri atas sikapnya yang sempat melawan petugas. Ia juga mengumumkan keputusannya untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya.
“Juga saya mohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh instansi polisi yang juga dimana saya ada melakukan perlawanan saat itu juga. Saya mohon maaf juga buat masyarakat semua yang dimana saya sudah membuat malu kepada masyarakat semua,” tuturnya.
“Juga melalui video ini juga saya menyampaikan mengundurkan diri dari pekerjaan saya yang sudah sangat mengganggu keseimbangan dalam kerjaan saya dan juga kantor saya,” imbuhnya.
Kronologi Kejadian
Sebelumnya, aksi pengendara motor yang melawan arah di Jalan Adhyaksa, Lebak Bulus, Jaksel, sempat terekam dan diunggah di akun Instagram TMC Polda Metro Jaya pada Sabtu (17/1/2026). Video tersebut memperlihatkan petugas kepolisian sedang menyetop para pengendara yang melanggar aturan.
Saat petugas melakukan penindakan, salah satu pengendara motor justru menunjukkan sikap marah dan memaki petugas. Ia kemudian meninggalkan lokasi sambil terus melontarkan kata-kata kasar.
“Putar balik, yang lawan arah,” kata seorang petugas.
“Woy, kenapa ada kamera? saya nggak takut,” balas pengendara motor tersebut.
Pengendara motor tersebut sempat berdalih bahwa rumahnya berada di area tersebut dan ia hendak berbelok kiri, sehingga mengambil lajur kanan dengan cara melawan arah. Namun, petugas menegaskan bahwa tindakan tersebut tetap merupakan pelanggaran lalu lintas.
“Sementara kami berikan tindakan berupa teguran. Teguran ini adalah salah satu bentuk penindakan terhadap pelanggar. Tapi lain kali jangan diulangi lagi,” ujar petugas lain sebelum memberikan teguran.






