Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyatakan pemerintah tengah mempercepat pembersihan sekolah-sekolah yang terdampak bencana di Sumatera. Targetnya, seluruh proses pembersihan rampung pada 4 Januari 2026, sehingga aktivitas belajar mengajar dapat segera dimulai keesokan harinya.
Percepatan Pembersihan Sekolah Terdampak
“Saat ini ada 587 sekolah yang masih dalam proses pembersihan. Kami melakukan percepatan dengan target seluruh proses pembersihan selesai pada 4 Januari, sehingga esoknya siswa bisa mulai belajar,” ujar Pratikno dalam konferensi pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (29/12/2025).
Data pemerintah mencatat, total 3.700 sekolah di Sumatera terdampak bencana, di mana 3.100 di antaranya mengalami kerusakan berat. Fokus utama saat ini adalah membersihkan sekolah yang masih tertimbun material sisa bencana.
Solusi Pembelajaran di Tenda Darurat
Pratikno mengakui belum semua bangunan sekolah dapat segera digunakan. Sebanyak 54 sekolah di berbagai lokasi akan menggelar pembelajaran di dalam tenda karena kondisi bangunan yang rusak total.
Pemerintah membagi skema pembelajaran berdasarkan tingkat kerusakan di tiga provinsi utama:
- Aceh: Dari 2.303 sekolah terdampak, 1.773 sekolah siap digunakan. Namun, 14 sekolah akan menggunakan tenda sebagai ruang kelas akibat kerusakan masif.
- Sumatera Barat: 431 sekolah dari total 500 sekolah terdampak sudah siap digunakan. 21 sekolah yang rusak parah akan menggunakan tenda sebagai tempat belajar.
- Sumatera Utara: 933 dari 981 sekolah terdampak sudah pulih. 19 sekolah yang rusak total akan difasilitasi tenda darurat.
Meskipun menggunakan tenda, Pratikno menegaskan kualitas pendidikan dan pendampingan siswa tetap menjadi prioritas. Ia memastikan pembelajaran tidak akan terhenti lama pascabencana.
“Proses pembelajaran harus tetap jalan. Tenda ini adalah solusi jangka pendek agar hak pendidikan anak-anak tidak terhenti akibat bencana,” pungkasnya.






