Berita7 — Pemerintah meluncurkan Program Sekolah Garuda sebagai upaya mempercepat pemerataan pendidikan unggul di seluruh Indonesia. Program ini menargetkan siswa berprestasi dari berbagai daerah untuk mendapatkan akses pendidikan berkualitas, khususnya dalam bidang Sains, Teknologi, Engineering, dan Matematika (STEM).
Sekolah Garuda menjadi bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presidensi yang fokus pada pembentukan talenta bersaing secara global. Empat Sekolah Garuda baru dijadwalkan mulai beroperasi pada 20 Juli 2026.
Tujuan dan Fokus Program
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, mengatakan program ini lahir dari keyakinan bahwa talenta terbaik tersebar di seluruh pelosok negeri tetapi kesempatan belum merata.
“Presiden melihat bahwa talenta ada di mana-mana, tetapi kesempatan tidak ada di mana-mana. Tugas pemerintah adalah menciptakan kesempatan tersebut,”
Menurut Stella, Indonesia sudah memiliki sejumlah sekolah unggulan, namun akses bagi siswa dari keluarga kurang mampu masih terbatas. Sekolah Garuda dirancang untuk menjadikan latar belakang ekonomi tidak menjadi penghalang bagi anak berprestasi.
Skema Pelaksanaan Sekolah Garuda
Pelaksanaan Sekolah Garuda dibagi dalam dua skema. Pertama, Sekolah Garuda Baru, yakni pembangunan sekolah unggulan dari awal terutama di wilayah yang memiliki keterbatasan akses pendidikan berkualitas, termasuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Empat Sekolah Garuda Baru yang disebutkan berlokasi di Belitung Timur; Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur; Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara; dan Bulungan, Kalimantan Utara.
Skema kedua, Sekolah Garuda Transformasi, fokus pada penguatan SMA dan MA unggulan yang sudah ada. Intervensi diarahkan pada peningkatan kualitas pembelajaran, pengembangan siswa, serta tata kelola sekolah agar mencapai standar pendidikan kelas dunia.
“Kami tidak mengganti gedung dan tidak mengganti guru. Yang kami perbaiki adalah sistemnya agar sekolah yang sudah bagus bisa menjadi lebih optimal,”
Penguatan Tenaga Pendidik
Pemerintah menempatkan kualitas guru dan kepala sekolah sebagai fondasi keberhasilan Sekolah Garuda. Proses seleksi tenaga pendidik dilakukan secara ketat untuk memastikan kualitas pengajaran.
Selain itu, disiapkan insentif bagi guru yang bersedia mengajar di lokasi Sekolah Garuda. Insentif mencakup tunjangan khusus dan penyediaan rumah dinas sebagai bentuk penghargaan dan upaya menempatkan tenaga pendidik berkualitas hingga ke daerah.
“Sebagus apa pun gedungnya, sekolah tidak akan berhasil tanpa guru yang berkualitas,”
Dampak Daerah dan Harapan Lokal
Bupati Konawe Selatan, Irham Kalenggo, mengatakan pembangunan Sekolah Garuda di wilayahnya berjalan cepat dan melibatkan sekitar 1.500 tenaga kerja, termasuk pekerja lokal. Ia optimistis fasilitas dapat rampung sesuai target.
Irham berharap kehadiran Sekolah Garuda tidak hanya meningkatkan kualitas sumber daya manusia tetapi juga mendorong perbaikan kualitas pendidikan sejak tingkat dasar di daerahnya.
“Dengan tenaga kerja yang ada, saya yakin dalam beberapa minggu ke depan pembangunan bisa selesai,” kata Irham, seraya menyatakan terinspirasi untuk menyiapkan sekolah unggulan sejak SD hingga SMP.
Kurikulum dan Visi Lulusan
Kepala SMA Unggul Garuda Bulungan, Adhi Sulandani Pangreksa, menyatakan Sekolah Garuda tetap menggunakan kurikulum nasional yang diperkuat dengan program pengembangan akademik, kepemimpinan, dan karakter.
Pendekatan tersebut ditujukan untuk mencetak lulusan yang mampu bersaing di perguruan tinggi terbaik dunia sekaligus memiliki komitmen kembali berkontribusi bagi kemajuan Indonesia.
Untuk diketahui, Sekolah Garuda berbeda dengan program Sekolah Rakyat yang menargetkan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan rentan. Sekolah Garuda fokus pada persiapan lulusan berkompetensi unggul dan berdaya saing global di bidang sains dan teknologi.
Ikuti Berita7
