Berita

Pembangunan PSEL di TPAS Cilowong Serang, Sampah dari Kabupaten Serang dan Cilegon Akan Dikelola

Advertisement

Pemerintah Kota Serang akan membangun fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) di Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Cilowong. Untuk memastikan pasokan sampah yang memadai bagi operasional PSEL, TPAS Cilowong akan menerima tambahan sampah dari Kabupaten Serang dan Kota Cilegon.

Kerja Sama Pengelolaan Sampah

Kepala UPT TPAS Cilowong, Agam, menjelaskan bahwa kerja sama dengan Kabupaten Serang saat ini masih berjalan. “Yang Kabupaten Serang masih berjalan. Cilegon belum, kalau PSEL jadi, Cilegon juga akan bekerja sama,” ujar Agam pada Jumat (9/1/2026).

Dari kerja sama yang telah terjalin, Pemerintah Kota Serang menerima retribusi pengelolaan sampah sebesar Rp 317 ribu per ton dari Kabupaten Serang. Sekretaris Daerah Kota Serang, Nanang Saefudin, menambahkan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk sinergi dan gotong royong antara kedua daerah.

Perjanjian kerja sama antara Pemkot Serang dan Kabupaten Serang terkait pengelolaan sampah mulai berlaku sejak 1 Januari 2026. “Ini merupakan sinergi mutualisme karena kita saling membutuhkan dengan saudara tua kita, Kabupaten Serang,” kata Nanang.

Pembatasan Volume dan Kompensasi

Dalam perjanjian tersebut, ditetapkan batasan volume sampah dari Kabupaten Serang yang dapat dibuang ke TPAS Cilowong, yaitu sekitar 200 ton per hari. Nanang menegaskan bahwa tidak seluruh sampah dari Kabupaten Serang akan dibuang ke TPAS tersebut, melainkan sesuai dengan kuota yang telah disepakati.

Advertisement

Selain pengaturan kuota, perjanjian kerja sama (PKS) juga mengatur hak dan kewajiban kedua belah pihak. Sebagai kompensasi atas pemanfaatan lahan TPAS, Pemerintah Kabupaten Serang diwajibkan membayar retribusi dan memberikan bantuan keuangan khusus kepada Pemerintah Kota Serang.

“Kabupaten Serang tidak hanya membayar retribusi, tetapi juga memberikan bantuan keuangan secara khusus. Kami mengucapkan terima kasih atas komitmen kerja sama ini,” tambah Nanang.

Menuju Proyek PSEL

Nanang menjelaskan bahwa kerja sama ini menjadi langkah awal Pemerintah Kota Serang dalam mempersiapkan proyek PSEL. Proyek ini membutuhkan pasokan sampah minimal 1.000 ton per hari untuk dapat beroperasi secara optimal.

Saat ini, sampah dari Kota Serang sendiri berkisar 400 ton per hari. Dengan tambahan 200 ton dari Kabupaten Serang, total pasokan sampah baru mencapai 600 ton per hari. “Sampah Kota Serang sekitar 400 ton per hari, ditambah Kabupaten Serang 200 ton, sehingga totalnya baru 600 ton. Ke depan, kami akan menjalin kerja sama dengan daerah lain agar kuota tersebut terpenuhi dan pengelolaan sampah dari hulu ke hilir dapat tuntas,” jelasnya.

Advertisement