Berita

Pelat Besi JPO Daan Mogot Kembali Dicuri, Warga Resah dan Wali Kota Minta Pengawasan Bersama

Advertisement

Jakarta – Jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, kembali menjadi sasaran pencurian. Kali ini, pelat besi yang menjadi bagian dari lantai JPO Sahabat dilaporkan hilang pada Sabtu, 24 Januari 2026. Insiden ini meninggalkan lubang menganga di lantai jembatan, menimbulkan kekhawatiran bagi warga yang melintas.

Pelat Besi Hilang, Lantai JPO Bolong

Pelat besi berukuran 1×2 meter yang hilang berasal dari salah satu ujung lantai JPO. Selain itu, tiga pelat besi pada bagian anak tangga juga turut digasak maling. Sisa-sisa baut bekas copotan berserakan di sekitar lokasi, menandakan aksi pencurian yang dilakukan secara paksa. Kondisi lantai JPO yang bolong-bolong membuat warga harus ekstra hati-hati saat menyeberang.

Hilangnya pelat besi JPO Daan Mogot bukanlah kali pertama. Pada April tahun sebelumnya, sebanyak 10 pelat besi anak tangga JPO di lokasi yang sama juga dilaporkan hilang, menyulitkan mobilitas warga.

Wali Kota Minta Sinergi Pengawasan

Menanggapi kejadian ini, Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, menekankan pentingnya kerja sama dan sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga fasilitas umum. “Sekali lagi saya sampaikan, kerja sama ini harus bersama-sama dan bersinergi. Pemerintah tidak bisa sendiri,” ujar Iin.

Menurut Iin, fasilitas umum merupakan aset negara yang digunakan oleh masyarakat luas, sehingga sudah sepatutnya dijaga bersama. “Kalau ada aset negara, fasilitas umum, apalagi sampai dicuri, tentu ini menjadi keprihatinan buat kita semua,” katanya.

Ia berharap pengawasan dapat dimulai dari tingkat paling bawah, seperti RT, RW, serta Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM). “Harapannya, dari lingkup masyarakat, RT, RW, FKDM, kemudian juga unsur Muspika, yuk sama-sama kita awasi bersama supaya kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” tuturnya.

Advertisement

Iin memastikan bahwa kasus pencurian pelat besi JPO Sahabat ini sedang ditindaklanjuti oleh Dinas Bina Marga. “Kejadian ini sedang ditindaklanjuti oleh Bina Marga,” jelasnya.

Instruksi Gubernur: Material Anti-Maling dan CCTV

Menyikapi maraknya pencurian fasilitas publik, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menginstruksikan penggunaan material anti-maling untuk JPO baru. Langkah ini diambil sebagai upaya pencegahan agar insiden serupa tidak terulang.

Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim, menjelaskan bahwa JPO baru akan menggunakan material seperti wooden press atau conwood (beton menyerupai kayu) yang dinilai tidak memiliki nilai jual dan sulit dicuri. “Sebagai langkah pencegahan jangka panjang, Gubernur telah menginstruksikan Dinas Bina Marga agar semua JPO baru menggunakan material anti-maling seperti wooden press atau conwood (beton menyerupai kayu) yang tidak memiliki nilai jual dan sulit dicuri, mengingat insiden serupa sudah terjadi berulang,” ujar Chico kepada wartawan, Rabu (28/1).

Chico menambahkan bahwa pemasangan CCTV di setiap JPO juga menjadi prioritas. “Dalam kasus JPO Sahabat, misalnya, 2 CCTV yang ada justru tidak berfungsi karena kabelnya terputus, yang membuat pengawasan kurang optimal, ini sudah kami catat untuk segera diperbaiki,” jelasnya.

Pramono, melalui Chico, memastikan JPO yang rusak akan segera diperbaiki, termasuk pemasangan CCTV tambahan di titik-titik strategis. Ia juga kembali mendorong partisipasi masyarakat untuk menjaga aset publik. “Beliau juga mengimbau warga untuk tidak mengambil bagian apa pun dari fasilitas umum, karena ini untuk kepentingan bersama,” pungkasnya.

Advertisement