Berita7 — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sempat melontarkan pernyataan bahwa politisi yang meninggalkan partai politik tidak ada yang pernah menjadi besar. Pernyataan ini disampaikan dalam acara bersama Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menyatakan bahwa ucapan Pramono Anung didasarkan pada pengalaman pribadinya.
Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira menjelaskan bahwa Pramono Anung adalah seorang politisi senior yang telah menduduki berbagai jabatan penting, baik di eksekutif maupun legislatif. Pengalaman panjangnya bersama PDIP membuatnya menyaksikan langsung dinamika politik partai.
Andreas menambahkan bahwa banyak rekan seperjuangan Pramono di PDIP yang memilih untuk hengkang. Ia mengamati bahwa beberapa di antaranya pergi secara diam-diam, sementara yang lain justru terkesan ‘menusuk dari belakang’. Menurut pengamatan Andreas, tidak ada satupun dari mereka yang kemudian mencapai kesuksesan politik yang signifikan setelah meninggalkan partai berlambang banteng moncong putih tersebut.
“Dari mereka tersebut ada yang pergi dengan baik-baik, ada yang pergi diam-diam, ada yang pergi sambil menusuk dari belakang. Dan dari pengalaman-pengalaman tersebut, benar apa yang disampaikan oleh Mas Pram, tidak ada yang jadi besar, ada yang tenggelam dalam dinamika politik, bahkan ada yang lebih tragis,” ujar Andreas, Kamis (23/7/2026).
Pramono Anung Hadiri Pelantikan DPC PKB
Sebelumnya, Pramono Anung menghadiri acara pelantikan Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB se-Indonesia yang diselenggarakan di kawasan Kota Tua, Jakarta. Dalam pidatonya, ia sempat menyinggung soal hubungan lama dengan Cak Imin yang terjalin sejak era gerakan mahasiswa 1998.
“Yang pertama, saya akan memulai peristiwa di tahun 1999 sampai 2004. Bahkan sebelum itu, saya dengan Cak Imin, dulu masih dipanggil Cak Imin, sekarang sudah Ketum, ketika gerakan mahasiswa 98, kami berdua sering bersama-sama dalam berbagai forum diskusi yang ada,” kata Pramono dalam sambutannya di Taman Fatahilah kawasan Kota Tua Jakarta, Pinangsia, Taman Sari, Jakarta Barat, Rabu (22/7/2026).
Perjalanan Cak Imin dan PKB
Pramono Anung turut mengapresiasi perjalanan Cak Imin dalam memimpin PKB. Ia mengakui bahwa partai tersebut pernah mengalami pasang surut, termasuk pernah hanya memiliki 28 kursi di DPR.
“Saya termasuk yang mengikuti betapa hebatnya Ketua Umum PKB ini dari tahun 2005 sampai sekarang main roller coaster, naik turun. Pernah tiba-tiba kursinya 28,” ujar Pramono.
Namun, di bawah kepemimpinan Cak Imin, PKB berhasil bangkit dan kini memiliki 68 kursi di parlemen, bahkan melampaui perolehan pada Pemilu 1999 yang mencapai 52 kursi.
“Tetapi beliaulah yang kemudian dengan gigih membangun partai ini. Dan sekarang ini pada puncaknya, 68 kursi. Bahkan lebih tinggi ketika tahun 99, ketika itu 52 kursi kalau tidak salah,” tambahnya.
Di akhir sambutannya, Pramono kembali menegaskan pengamatannya mengenai politisi yang meninggalkan partai. “Tadi saya bisik-bisik sama beliau, ‘Cak, hafal nggak? Semua orang yang meninggalkan partainya, nggak pernah ada yang menjadi besar.’ Di PDI Perjuangan ada, di PKB juga ada,” pungkasnya.
Ikuti Berita7
