Berita

Pandji Pragiwaksono Siap Ikuti Proses Hukum Terkait Laporan Dugaan Penistaan Agama

Advertisement

Komika Pandji Pragiwaksono menyatakan kesiapannya untuk mengikuti seluruh proses hukum terkait laporan dugaan pelanggaran yang dialamatkan pada pertunjukan stand-up comedy-nya, ‘Mens Rea’. Ia juga membuka diri untuk berdialog dengan berbagai pihak yang berkepentingan.

“Yang pasti saya akan jalanin prosesnya saja. Saya tidak akan menghindar dari ajakan untuk berdialog, saya tidak akan menghindar dari panggilan. Ketika saya dibutuhkan untuk hadir, tentu saya akan hadir,” ujar Pandji di Kantor MUI Pusat, Jakarta Pusat, Selasa (3/2/2026).

Pandji menegaskan bahwa pertunjukan ‘Mens Rea’ dibuat dengan niat tulus untuk menghibur masyarakat. Menurutnya, seluruh materi stand-up yang dibawakan merupakan refleksi dari keresahan yang ada di tengah masyarakat, bukan semata-mata keinginan pribadi.

Lebih lanjut, Pandji menyatakan akan terus berkarya dengan materi stand-up yang baru dan tidak akan lagi menggunakan judul ‘Mens Rea’. “Dalam sepuluh pertunjukan terakhir saya, judulnya selalu berganti. Jadi tetap ada pertunjukan, tetap ada komedi, hanya namanya yang berbeda,” jelasnya.

Di sisi lain, Pandji menekankan pentingnya kritik dan opini publik. Ia menegaskan tidak akan melaporkan siapapun yang mengomentari atau menyoroti karyanya, bahkan jika keluarganya turut menjadi sasaran perundungan. “Semua orang berhak beropini,” tegas Pandji.

Advertisement

Laporan Polisi

Sebelumnya, Pandji dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait materi stand-up comedy ‘Mens Rea’. Laporan ini dilayangkan oleh Majelis Pesantren Salafiyah yang diwakili oleh seorang kiai bernama Sudirman. Laporan tersebut telah teregister dengan nomor LP/B/567/SPKT/POLDA METRO JAYA.

Salah satu perwakilan Majelis Pesantren Salafiyah, Kiai Matin Syarkowi, menjelaskan alasan pelaporan tersebut. Ia menyatakan bahwa Majelis Pesantren Salafiyah menilai salah satu materi yang dibawakan Pandji dalam stand-up comedy ‘Mens Rea’ telah menistakan agama Islam.

Matin menyebutkan materi yang dianggap menistakan agama Islam adalah mengenai narasi orang yang tidak pernah bolong salatnya, alias rajin, apakah otomatis menjadi orang baik. “Dalam keyakinan kami sebagai umat Islam, salat itu ada salat fardu, ada salat sunah. Orang yang rajin salat, tidak pernah meninggalkan, karena tidak pernah bolong-bolong, diyakini dia adalah orang baik. Yang menjamin baik itu nas Al-Qur’an dan Hadis,” terang Matin di gedung SPKT Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (22/1).

Advertisement