Kasus hukum yang menjerat komika Pandji Pragiwaksono terkait pertunjukan tunggal Mens Rea menimbulkan kekhawatiran mengenai potensi efek jera bagi industri stand-up comedy di Indonesia. Muncul pertanyaan apakah para komika akan enggan lagi mengangkat kritik pedas atau isu sensitif di atas panggung.
Menanggapi hal tersebut, Pandji Pragiwaksono menyatakan optimisme bahwa kasus ini tidak akan membungkam keberanian rekan-rekannya sesama komika. Ia menekankan bahwa panggung stand-up comedy adalah sebuah pertunjukan yang dikonsep untuk menghibur.
“Rasanya tidak, karena teman-teman stand-up comedian persis seperti saya posisinya. Kami ketika naik panggung itu adalah sebuah pertunjukan, sesuatu yang dikonsep untuk membuat orang tertawa,” ujar Pandji Pragiwaksono saat ditemui di Polda Metro Jaya, Jumat (6/2/2026).
Menurutnya, setiap komika telah memahami risiko profesi mereka. Panggung komedi merupakan ruang ekspresi yang bertujuan memotret realitas sosial melalui kacamata humor. “Jadi gak ada alasan untuk khawatir karena memang dari awal semuanya termasuk saya niatnya adalah untuk menghibur masyarakat Indonesia. Sesuatu yang saya rasa sangat-sangat dibutuhkan sekarang ini,” tegasnya.
Pandji juga mengingatkan para komika untuk siap memberikan penjelasan dan berdialog jika karyanya menimbulkan kesalahpahaman. “Tentu ada saja kemungkinan untuk kesalahpahaman, tapi kami bersiap atau menyiapkan diri untuk dialog,” ucapnya.
Kuasa hukum Pandji, Haris Azhar, berharap kasus ini dapat menjadi pelajaran berharga bagi kebebasan berekspresi di Indonesia. “Ini akan jadi preseden yang baik, ini akan jadi modalitas yang baik bagi kepolisian secara institusional, bagi para stand-up comedian, dan juga bagi kita semua secara luas,” ujar Haris Azhar.
Permasalahan hukum ini berawal dari peluncuran pertunjukan tunggal Pandji Pragiwaksono berjudul Mens Rea yang tayang di platform Netflix pada akhir tahun 2025. Sejumlah pihak, termasuk kelompok yang mengatasnamakan ormas keagamaan, melaporkan Pandji ke Polda Metro Jaya atas keberatan terhadap beberapa materi komedinya.






