Pandemi Covid-19, Inilah Cerita Perawat RSUD Embung Fatimah, Mulai Dari Tak Bertemu Anak Hingga Pingsan Saat Menangani Pasien

by -
Pandemi Covid-19, Inilah Cerita Perawat RSUD Embung Fatimah, Mulai Dari Tak Bertemu Anak Hingga Pingsan Saat Menangani Pasien
Kondisi perawat yang saat ini menjadi garda terdepan dalam menangani pandemi covid-19. (Foto: Istimewa)

berita7.co.id BATAM – Menjadi tenaga medis memang tak mudah, apalagi ditengah pandemi covid-19 yang mewabah saat ini. Sebagai garda terdepan, fokus tenaga medis terpusat pada penanganan pasien yang terjangkit dan yang berisiko terjangkit.

Tak hanya itu, berbagai cobaan pun harus dihadapi oleh tenaga medis khususnya perawat, seperti yang diceritakan Pita (bukan nama sebenarnya) salah satu perawat yang menangani pasien Covid-19 di RSUD Embung Fatimah.

Selama ditugaskan menangani pasien Covid-19, saat itulah Pita harus meninggalkan anaknya dan bertemu kembali dengan keluarga hingga 28 hari kedepan, tentunya hal ini sangat sulit baginya. Namun, sebagai bentuk pengabdian dia pun rela mengemban tugas yang sangatlah berat.

“Sekarang kami harus tinggal di asrama, setiap tak bertugas, saya selalu nangis kalau mengingat anak, “Ujarnya kepada berita7.co.id, Rabu malam (01/04/2020).

Lanjut Pita, saat dalam penanganan pasien Covid-19, tak sedikit rekan sejawatnya yang kelelahan, bahkan beberapa perawat sempat pingsan lantaran kelelahan dan kekurangan oksigen karena menggunakan APD hingga berjam-jam.

“Karena sesak kekurangan oksigen dan keringat berlebihan, makanya rekan kami banyak yang tumbang, “Katanya.

Pita juga sempat bercerita, saat menangani pasien Covid-19 nomer 3 yang meninggal pada Senin (30/03/2020) lalu, tiga perawat yang menangani juga ikut tumbang, lantaran selama enam jam para perawat berjibaku membantu korban yang mulai turun kesadaran.

“Sebelum pasien meninggal, tiga perawat sampai tumbang karena memberikan pertolongan ke almarhum, pasien dari sore kondisi drop sudah diberikan pertolongan kurang lebih enam jam, “Jelasnya.

Akan tetapi kata Pita, rekan sejawatnya sempat kecewa dan sedih, lantaran mendapatkan informasi kalau para perawat Covid-19 di RSUD Embung Fatimah memberikan pelayan buruk kepada pasien. Padahal menurutnya pasien positif corona setiap hari mendapatkan pelayanan yang baik.

“Pasien itu di pasangkan kateter (selang kencing), tapi dibilang kencing gak di bantu. Tiap hari di lap dan dimandikan sama tim medis tanpa rasa takut walaupun beliau positif Corona, “Ucapnya.

Lanjut, Pita menjelaskan bahwa untuk pasien isolasi memang tidak ditemani tim medis dalam ruangan, namun kalau keluarga mau menemani diperbolehkan untuk satu orang.

“Tapi kalau butuh sesuatu bisa langsung telepon ke Nurse Station, “Ucapnya.

Mewakili rekan sejawatnya, Pita meminta kepada masyarakat agar memberikan dukungan dan doa dalam memerangi pandemi ini, terlebih dari informasi yang beredar para perawat mengangalami kesedihan yang mendalam, mengingat pengorbanan para perawat cukup besar dalam menghadapi pandemi ini.

“Mereka harusnya mensupport kami, karena kami butuh support biar mental kami tetap kuat, jadi kami gak gampang kena Covid-19, “Tutupnya. (Agung Dedi Lazuardi)