Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan akan tetap berjalan selama bulan Ramadan. Namun, pelaksanaannya perlu disesuaikan dengan kondisi umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa.
Fleksibilitas Distribusi dan Menu Khusus
Kapoksi Komisi IX DPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Ashabul Kahfi, menyatakan pihaknya setuju MBG tetap berjalan. Akan tetapi, ia menekankan bahwa pelaksanaannya tidak boleh bersifat administratif semata dan harus mempertimbangkan tantangan yang muncul pada Ramadan tahun lalu.
“Evaluasi pelaksanaan MBG pada bulan puasa tahun lalu menunjukkan bahwa tantangan utamanya ada pada distribusi, daya simpan makanan, serta penerimaan masyarakat,” kata Ashabul kepada wartawan, Kamis (22/1/2026).
Oleh karena itu, Ashabul mendorong agar kebijakan MBG tidak diseragamkan secara kaku. Ia mengusulkan agar ada ruang adaptasi sesuai dengan kondisi daerah, budaya lokal, dan kesiapan satuan pelaksana di lapangan.
“Masukan kami kepada Badan Gizi Nasional (BGN) adalah agar pelaksanaan MBG di bulan puasa lebih menekankan prinsip fleksibilitas dan kebermanfaatan nyata. Misalnya, mekanisme distribusi bisa disesuaikan waktunya, apakah menjelang berbuka atau dalam bentuk makanan yang dapat dibawa pulang dengan aman,” paparnya.
Selain itu, Ashabul meminta agar menu MBG selama Ramadan dirancang secara khusus, bukan sekadar memindahkan menu reguler. Menu harus mempertimbangkan ketahanan makanan sekaligus kecukupan gizi.
“Menu sebaiknya berupa makanan yang tahan lebih lama, tidak mudah basi, namun tetap memenuhi standar gizi seimbang, terutama kandungan protein, serat, dan energi yang cukup untuk berbuka atau sahur,” imbuhnya.
Penyesuaian Skema oleh BGN
Sebelumnya, Badan Gizi Nasional (BGN) telah memastikan MBG tetap dibagikan selama Ramadan dan pembagiannya akan disesuaikan dengan kondisi di tiap daerah.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa di daerah yang mayoritas berpuasa, makanan siap santap akan diberikan di jam sekolah untuk dibawa pulang dan dikonsumsi saat berbuka.
“Di daerah yang mayoritas tidak berpuasa pelayanan normal,” kata Dadan kepada wartawan, Kamis (22/1).
Dadan menambahkan, untuk siswa yang tidak berpuasa di wilayah mayoritas Muslim, mereka dapat memilih untuk mengonsumsi MBG di sekolah atau dibawa pulang.






