— Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Saleh Partaonan Daulay, merespons positif pernyataan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh yang tidak mempersoalkan model Pemilu 2029 asalkan berlangsung secara sportif. Saleh menegaskan bahwa semua pihak sepakat dengan pandangan tersebut.

“Pak Surya Paloh benar. Semua pasti ingin berkompetisi dengan baik dan jujur. Demokrasinya jangan hanya prosedural, tetapi harus substansial,” ujar Saleh kepada wartawan pada Jumat (24/7/2026). Ia menambahkan, “Sportivitas dan peningkatan hasil kualitas pemilu adalah idaman semua pihak.”

Saleh meyakini bahwa seluruh peserta pemilu akan mengarahkan fokus dan upaya untuk menciptakan kompetisi yang sportif dan berkualitas. Menurutnya, semua partai politik memiliki aspirasi untuk menyempurnakan peraturan pemilu yang berlaku saat ini. Selain itu, masyarakat juga memiliki kepentingan yang sama dalam mewujudkan pemilu yang jujur dan bermutu, yang merupakan jaminan keberlanjutan kepemimpinan yang baik.

Oleh karena itu, Saleh berharap masyarakat dan organisasi kemasyarakatan (ormas) dapat berkontribusi dalam penyusunan Undang-Undang (UU) Pemilu. Dalam Pemilu 2029, Saleh berharap semua partai politik yang berhasil lolos verifikasi akan diperlakukan secara setara, tanpa ada yang terpinggirkan. Ruang partisipasi harus dibuka dengan proporsi yang sama, dan aturan hukum yang ada harus diimplementasikan secara adil dan merata.

“Itu yang harus kita jaga secara bersama. Partai-partai yang ada saat ini harus memastikan itu sejak pembahasan UU Pemilu. Berpikir jangan hanya kepentingan sesaat, tetapi letakkan dasar-dasar negara demokrasi maju untuk masa depan bangsa dan negara,” tegas Saleh.

Sebelumnya, Surya Paloh menanggapi pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu yang masih berlangsung. Ia menyatakan tidak mempermasalahkan model atau sistem pemilihan umum mendatang, selama kompetisi berjalan secara sportif. “Nah, di sinilah saya selalu mengingatkan salah satu hal yang tidak boleh kita anggap biasa-biasa saja, yaitu sportivitas peserta dan penyelenggara pemilu. Jadi, kita siap dengan pertarungan apa pun dalam kompetisi. Namun apa artinya kompetisi tersebut apabila kita tidak menghargai nilai-nilai sportivitas yang seharusnya berjalan?” tutur Paloh.