Berita

PAN: Bunuh Diri Siswa SD di NTT Jadi Alarm, Pemerintah Dinilai Lalai Jika Terulang

Advertisement

Jakarta – Informasi terkait bunuh diri dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Eddy Soeparno, menyatakan keprihatinannya atas meninggalnya seorang pelajar kelas IV Sekolah Dasar di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). Eddy menilai insiden tragis ini sebagai sebuah alarm yang telah berdering bagi semua pihak, termasuk pemerintah.

Awalnya, Eddy mengaku sedih dan prihatin atas berita yang diterimanya. Ia menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar sekolah merupakan hak bagi anak-anak yang sedang menempuh pendidikan. “Kami terus terang sedih, prihatin, dan berduka atas berita yang diterima, karena bagaimanapun juga kita merasa bahwa anak-anak kita yang mengenyam dunia pendidikan perlu memenuhi kebutuhan dasarnya dan itu harus disediakan secara terjangkau,” kata Eddy kepada wartawan di Gedung Nusantara III, DPR RI, Jakarta, Kamis (5/2/2026).

Lebih lanjut, Eddy menilai pendataan anak-anak sekolah yang kurang mampu saat ini masih perlu dievaluasi. Ia mendorong para kepala daerah untuk menuntaskan permasalahan ini secara komprehensif. “Itu harus dilaksanakan secara tuntas dan komprehensif oleh para kepala daerah, kemudian lurah, camat, dan lain-lain, agar mereka bisa memetakan siapa-siapa saja dari anggota masyarakat di bawah mereka itu membutuhkan perhatian khusus, agar kita bisa mencegah terjadi hal-hal seperti ini. Jadi saya kira dari aspek pendataan itu sangat penting,” ujarnya.

Advertisement

Eddy juga menyinggung pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang berulang kali menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi harus dinikmati oleh seluruh masyarakat. Oleh karena itu, menurutnya, kejadian bunuh diri yang diduga dipicu oleh persoalan ekonomi pada siswa SD di NTT ini menjadi alarm bagi semua pihak. “Ini ada sebuah alarm yang sudah berdering dan tidak boleh terulang lagi, jadi oleh karena itu kita mengimbau agar sekarang seluruh jaringan pimpinan di daerah harus mengetahui kondisi masyarakatnya secara menyeluruh dan tuntas,” tegasnya.

Eddy berharap kejadian serupa tidak terulang kembali. Ia berpendapat, jika insiden ini kembali terjadi, maka itu berarti semua pihak, termasuk para kepala daerah, telah melakukan kelalaian. “Nggak, saya tidak bisa mengatakan gagal, tetapi memang kita perlu perhatian yang lebih khusus dari ini, makanya saya bilang tadi itu adalah sebuah alarm ya, jangan sampai terulang lagi, kalau sampai terulang lagi artinya kita adalah bagian dari pemimpin yang di daerah yang kemudian lalai. Jadi ini imbauan saya pada seluruh kepala daerah, ayo kita sama-sama bisa mengetahui kondisi masyarakat di bawahnya,” jelasnya.

Ia menambahkan, “Jadi kita tidak ingin menyalahkan siapapun, tetapi sekarang kita harus perbaiki, ini jangan sampai terulang, ini merupakan salah satu saya kira narasi yang kita perlu garis bawahi agar semua paham dan semua menindaklanjuti ini.”

Advertisement