Berita

Pakar Unpad: Indonesia Tak Perlu Khawatir AS Keluar WHO, Justru Momentum Perkuat Kerjasama

Advertisement

Jakarta – Keputusan Amerika Serikat (AS) untuk resmi keluar dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) diprediksi akan membawa dampak signifikan pada sektor kesehatan global. Namun, seorang pakar menilai langkah ini justru bisa menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperkuat kemandirian dan kerjasama internasionalnya.

Dampak Global dan Respons Indonesia

Dosen Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran (Unpad), Teuku Rezasyah, menyatakan bahwa keluarnya AS dari WHO memang akan mempengaruhi berbagai aspek kesehatan di tingkat dunia. Hal ini mengingat peran besar AS dalam riset dan produksi obat-obatan global.

“Amerika Serikat keluar dari WHO, memang berdampak pada sektor kesehatan di tingkat dunia. Terlebih lagi, AS memang menghasilkan banyak produk dan riset di bidang obat-obatan,” ujar Rezasyah kepada wartawan, Sabtu (24/1/2026).

Meskipun demikian, Rezasyah menekankan bahwa Indonesia tidak perlu merasa kecil hati. Ia melihat Indonesia telah menunjukkan kemajuan yang cukup berarti dalam membangun infrastruktur kesehatannya sendiri, terutama setelah pengalaman penanganan pandemi COVID-19.

“Indonesia tak perlu berkecil hati. Belajar dari pengalaman saat Covid, terbukti Indonesia mulai mampu membangun infrastruktur kesehatan, dengan basis kemandirian nasional dan perluasan aringan internasional,” tuturnya.

Momentum Penguatan Kerjasama

Rezasyah melihat keluarnya AS dari WHO sebagai peluang bagi Indonesia untuk lebih aktif dalam kerjasama kesehatan di tingkat regional dan global. Ia mendorong agar momentum ini dimanfaatkan untuk memperkuat jejaring kerjasama, khususnya dengan negara-negara di kawasan ASEAN, Gerakan Non-Blok (GNB), serta negara-negara dalam Kerjasama Selatan-Selatan.

Advertisement

“Indonesia perlu menjadikan keluarnya AS ini sebagai momentum, guna saling memperkuat kerjasama kesehatan di tingkat ASEAN, GNB, dan Kerjasama Selatan-Selatan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Rezasyah menyarankan agar Presiden Prabowo dapat memanfaatkan situasi ini untuk menunjukkan efisiensi di berbagai sektor, dengan alokasi dana yang tepat sasaran ke sektor kesehatan.

“Justru saat inilah Presiden Prabowo perlu membuktikan kemampuannya melakukan efisiensi di banyak bidang. Hasil efisiensi tersebut sangat tepat jika ditujukan ke sektor kesehatan,” imbuhnya.

Latar Belakang Keputusan AS

Keputusan AS untuk keluar dari WHO ini merupakan salah satu agenda lama Presiden Donald Trump. Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) mengkonfirmasi penarikan tersebut pada Kamis waktu setempat. Proses ini telah dimulai sejak hari pertama masa jabatan kedua Trump melalui perintah eksekutif.

Sesuai aturan, AS harus memberikan pemberitahuan satu tahun sebelumnya dan melunasi seluruh kewajiban keuangan sebelum resmi hengkang. HHS mengumumkan bahwa seluruh pendanaan pemerintah AS untuk WHO telah dihentikan, serta semua personel dan kontraktor AS yang bekerja di WHO telah ditarik. AS juga tidak lagi berpartisipasi dalam komite, struktur kepemimpinan, badan tata kelola, maupun kelompok kerja teknis yang disponsori WHO.

Advertisement